BROADCASTING

Showing posts with label BROADCASTING. Show all posts
Showing posts with label BROADCASTING. Show all posts

Tuesday, March 7, 2017

BASIC KAMERA


BASIC KAMERA

Pembagian kamera
• Kamera pada dasarnya dibagi menjadi 2 macam:
1. Still Kamera
Peralatan perekam gambar yang merekam adegan dalam satu frame gambar.
2.Movie Kamera


Peralatan perekam gambar yang merekam adegan gerakan dalam beberapa frame gambar dan bersifat kontinyu dengan tujuan mendapatkan gerakan atau fakta yang nyata

JENIS KAMERA
KAMERA AMATIR

Kamera Semi Profesional

Kamera Profesional 


Kamera Menurut media
perekamnya
• Movie camera
Merekam gambar dalam bentuk film SELULOID dengan format film antara lain : 8 mm; 16 mm; 35mm dan 70 mm. Artinya, cahaya dibaca dan direkam oleh media peka cahaya yang disebut film yang harus melalui tahapan proses kimia baru didapatkan hasil yang dapat dilihat.

CCD (CHARGE COUPLE DIVICE)
• Charge Couple Device, Cahaya yang direfleksikan dari sebuah obyek akan menembus lensa sedemikian rupa sehingga terfokus pada CCD yang selanjutnya dikonversi dari gambar optical menjadi pola elektrik
• Selain itu, CCD juga sebagai media sensor pada camera yang mampu mengontrol kualitas gambar (image), mengurai obyek secara jelas, mengontrol kelebihan cahaya, dan sangat sensitive terhadap perbedaan cahaya dll.

LCD (Liquid Crystal Display)/VIEW
FINDER
• Setiap camera tentunya dilengkapi dengan view finder yang berfungsi sebagai kontrol atas gambar atau visual yang dihasilkan.
• LCD pada camera terutama jenis handycam sebenarnya berfungsi untuk melakukan preview sesudah perekaman bukan sebagai viewfinder.
• Pada LCD dan juga view finder terdapat indikator yang berfungsi untuk melihat kondisi batteray, time code, format SP/ LP, sisa pita kaset, dan beberapa yang lain

STEADY SHOT
• Fasilitas pada camera yang berfungsi untuk mereduksi goncangan pada kamera sehingga gambar semakin steady
• TRIPOD akan membuat visual semakin steady maka pergunakan tripod semaksimal mungkin, terutama untuk pengambilan gambar statis kecuali pada peliputan berita peristiwa yang tidak memungkinkan untuk memakai tripod Fasilitas pada camera yang berfungsi untuk mereduksi goncangan pada kamera sehingga gambar semakin steady


TRIPOD akan membuat visual semakin steady maka pergunakan tripod semaksimal mungkin, terutama untuk pengambilan gambar statis kecuali pada peliputan berita peristiwayang tidak memungkinkan untuk memakai tripod

Wednesday, February 22, 2017

PROGRAMMING ,REGULASI PENYIARAN DAN SENSOR FILM


PROGRAMMING ,REGULASI
PENYIARAN DAN SENSOR FILM

Broadcast programming adalah
pengorganisasian program radio/tv dalam periode harian,mingguan,atau dalam periode satu bulanan. Programming /scheduling dapat diartikan juga penjadwalan program yang akan diudarakan

Strategi yang digunakan dalam merancang program acara
1. Day parting
langkah dalam perencanaan yang membagi setiap hari dalam beberapa slot waktu yang dinilai cocok dan pas untuk diudarakan. Pembagian ini sangat memperhatikan target audience tertentu pada slot waktu tersebut misal pagi,siang,sore atau malam hari

2. Theming
Penentuan tema tertentu yang diudarakan pada saat khusus seperti hari libur atau menentukan satu minggu dengan tema tertentu. Ex: program discovery chanel’s dengan animal week.

3. Stripping
Penayangan satu program sindikasi( program berjaringan yang ditayangkan tidak langsung atau merupakan delay program) jenis series setiap hari dalam seminggu.

4. Stacking
Teknik pemrograman acara yang digunakan untuk mempengaruhi audience dengan cara mengelompokkan bersama beberapa program dengan tema yang mirip dalam rangka melihat audience selama penayangan satu program dengan program berikutnya

5. Counterprogramming
perencanaan program tandingan terhadap satu program yang berhasil dari stasiun penyiaran lain pada satu periode tayang tertentu dengan tujuan men arik audience dari stasiun pesaing tersebut.

6. Bridging
Digunakan bila satu stasiun penyiaran mencoba mencegah audience untuk berpindah chanel dalam satu jeda waktu dimana stasiun penyiaran tersebut berhenti dengan programnya.

7. Tentpoling
Perencanaan slot waktu bagi program acara baru sebelum dan sesudah program unggulan yang mempunyai audience cukup besar.

8. Hammocking
Langkah perencanaan slot waktu yang mirip dengan tentpoling bedanya program baru ini ditempatkan diantara dua program unggulan yang mempunyai audience cukup besar.

9. Crossprogramming
Pemilihan jenis program dalam urutan jadwalnya dari penayangan satu program yang mempunyai relevansi tema.
10. Hot switching
Penentuan jeda komersial yang tepat oleh programmer pada satu program acara sehingga audience tidak berpindah chanel.

Format Program televisi
Format acara tv Merupakan sebuah perencanaan dasar dari suatu konsep acara tv yang akan menjadi landasan kretivitas dan desain produksi yang akan terbagi dalam berbagai kriteria utama yang disesuaikan dengan tujuan dan target pemirsa acara tersebut

Pemasaran program siaran
• Bagian pemasaran (sales-marketing) memegang peran sangat penting dalam mendorong kemajuan media penyiaran, bahkan berperan sangat menentukan dalam menentukan kelangsungan hidup media penyiaran komersil. Media penyiaran adalah tempat untuk beriklan, pemasaran waktu siaran (air time) merupakan sumber pendapatan utama bagi media penyiaran. Menurut Pringle-Starr-McCavitt, departemen pemasaran media penyiaran memiliki tanggung

jawab antara lain :
• Menjual waktu siaran kepada pemasang iklan.
• Menyediakan sarana dimana pemasang iklan dapat mencapai target audiennya dengan biaya kompetitif.
• Menghasilkan pendapatan yang cukup agar stasiun penyiaran dapat beriperasi secara kompetitif.
• Menghasilkan keuntungan bagi pemilik stasiun.

Stasiun penyiaran berkeinginan untuk mendapatkan sebanyak mungkin pemasang iklan. Sedangkan Pemasang iklan selalu mempertimbangkan media apa yang paling tepat untuk mempromosikan suatu produk (barang dan jasa). Staf pemasaran stasiun penyiaran tentu saja harus mengetahui kelebihan atau kekuatan dan kelemahan atau kekurangan siaran iklan. Agar dapat menyusun strategi penjualannya dan dapat meyakinkan para pemasang iklan

PERATURAN KOMISI PENYIARAN
INDONESIA Nomor 02 Tahun 2007 Tentang
PEDOMAN PERILAKU PENYIARAN Sebagai
Salah Satu Bentuk Etika Dalam Dunia
Penyiaran Indonesia
UU no.32/2002 tentang penyiaran
LEMBAGA SENSOR FILM

LEMBAGA SENSOR FILM
Pelaksanaan sensor film di indonesia mulai dilakukan pemerintah kolonial Belanda 1916
dan terlaksana sampai thn 1949. Kemudian pada tahun 1970 pemerintah melalui departemen penerangan mendirikan satu lembaga yaitu Badan sensor Film dan beberapa BUMN yang memperkuat tugas media masa dalam pembangunan. Beberapa

BUMN ini antara lain:
a.Badan Sensor Film ( BSF) Bertugas menyensor segala bentuk film asing dan dalam negri yang disiarkan di stasiun tv maupun bioskop di seluruh indonesia. Batas waktu penyensoran adalah 1 tahun, bila melewati masa tersebut harus melalui proses sensor ulang.

b. Pusat Produksi Film Negara (PPFN) Bertugas memproduksi film anak-anak,film dewasa dan film dokumenter yang memiliki nilai budaya indonesia.
C. Percetakan Negara
Bertugas mencetak lembaran surat dan dokumen negara pada seluruh institusi pemerintah indonesia. Bersamaan dengan perkembangannya berdasar PP No 7/1994 BSF berubah menjadi LSF. Anggota LSF ini dipilih dari berbagai profesi antara lain dari Pemerintahan,Pakar agama,Pakar ideologi,politikus,ahli sosial dan budaya, pakar ketertiban umum. Adapun media yang perlu disensor antara lain video, iklan,film,tv, videoklip,musik dan film layar lebar dengan pengecualian siaran langsung dan siaran berita tv

Kewenangan LSF
a. Meluluskan sepenuhnya suatu film
b. Memotong atau menghapus film
c. Menolak suatu film
d. Membedrikan surat tanda lulus sensor
e. Membatalkan surat tanda lulus sensor
f. Memberikan surat tanda tidak lulus sensor
g. Menetapkan penggolongan usia penonton
h. Menyimpan dan atau memusnahkan potongan film hasil penyensoran
i. Mengumumkan film impor yang ditolak

Peraturan Pemerintah
• Terdapat 7 PP yang disusun sebagai ketentuan perundangan turunan dari uu no 32/2002:
a. PP no 11/2005 Tentang penyelenggaraan Penyiaran lembaga publik
b. PP no 12/2005 Tentang penyelenggaraan Penyiaran lembaga penyiaran publik RRI
c. PP no 13/2005 Tentang penyelenggaraan Penyiaran lembaga Penyiaran publik TVRI
d. PP no 49/2005 Tentang penyelenggaraan Pedoman Kegiatan Peliputan lembaga Penyiaran Asing (LPA)
e. PP no 50/2005 Tentang penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran swasta (LPS)
f. PP no 51/2005 Tentang penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Komunitas (LPSK)
g. PP no 52/2005 penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Berlangganan (LPB)

Peraturan Menteri
• Beberapa Peraturan Menteri yang diterbitkan dalam mengatur teknis ketentuan perundangan yang dituangkan dalam PP:
a. Peraturan Mentri No 17/P/M.Kominfo/6/2006 tentang tata cara penyesuaian izin penyelenggaraan bagi LPS yang telah memiliki izin sebelumnya dari dirje postel dan izin LPB dari Departemen Penerangan


b. Peraturan Menteri No.12/2005 tentang penghematan Energi lingkungan Lembaga penyiaran

Pengantar Dunia Penyiaran - OB VAN (outside Broadcast-van) ( BSI SEMESTER 1 2017)


OB VAN
(outside Broadcast-van)

PENGERTIAN OB VAN
Selain siaran dari stasiun televisi, kita pun mengenal siaran dari luar studio (Outside Broadcast/OB), yang artinya :
• Siaran/pembuatan paket siaran dilakukan di luar studio yang ada, misalnya dari tempat upacara berlangsung, studio alam, stadion olah raga dan lain-lain. OB Van adalah kelengkapan standart satu stasiun penyiaran yang berfungsi untuk melakukan proses produksi di luar studio (out door) di dalam van ini diinstal segala peralatan produksi seperti halnya stasiun penyiaran hanya saja tanpa
unit pemancar

News Van
Karena sifat dari program news atau berita yang salah satunya adalah kecepatan maka desain news –van harus memenuhi syarat mobilitas yang tinggi, diantaranya mempunyai ukuran
nyang relatif kecil dan ramping. Untuk memberikan sifat kecepatan penayangan dari materi news maka news-van dilengkapi juga dengan peralatan Up-Link ke satelit .

Keterangan Gambar I
1. Reporter televisi mewawancarai seorang atlet yang sedang diambil gambarnya oleh juru kamera televisi. Sinyal gambar atlet dikirim ke OB-Van dengan kabel/ serat optik, sedangkan suara atlet dikirim ke OB-Van dengan wireless.

2. Di dalam sub control dan master control OB-Van, suara maupun gambar disempurnakan, lalu dikirim ke master control stasiun penyiaran melalui field pick up.

3. Sinyal suaran dan gambar ini lalu dikirim ke TX (pemancar) untuk dipancarkan dengan frekuensi VHF atau UHF.

4.Pancaran ini diterima oleh sistem antene di rumah-rumah pemilik pesawat televisi untuk diteruskan ke pesawat televisi. Di dalam pesawat televisi, sinyal gambar atlet diubah kembali menjadi gambar atlet dalam CRT, sedangkan sinyal suara di dalam audio/loudspeaker diubah menjadi suara kembali.

5.Pengarah acara dalam program seperti ini berada di OB-Van dan memberikan perintah-perintah
kepada reporter melalui saluran wireless.
6.Field pick up selalu sepasang, yang berfungsi baik mengirim maupun menerima sinyal televisi.


PERLENGKAPAN OB-VAN
• Siaran di luar studio biasanya dilakukan dengan OB-Van atau Mobile Production Unit/MPU, mempunyai beberapa perlengkapan yaitu :
- OB-Van ini mempunyai peralatan kamera elektronik minimal tiga buah, ruang kontrol, generator dan peralatan lainnya untuk keperluan produksi.

- Dari lokasi ini dipasang Microwave/FPU untuk mengirim signal dari lokasi ke stasiun televisi dan selanjutnya dari stasiun televisi dipancarkan.

OB-VAN UNTUK RADIO
• OB-VAN untuk radio bisa hanya menggunakan mobil van kecil saja, karena perlengkapannya yang tidak terlalu kompleks seperti OB-Van untuk televisi.

Perlengkapan OB-Van untuk radio sebagai berikut :
1. Pemakaian benda-benda dapat disertakan seperti, air condition, peralatan akustik, pak beteray untuk operasi tanpa power supply luar, inverter DC-ke DC atau DC ke AC, tiang antar teleskopik, telepon radio, penerima non udara, gulungan kabel dan tempat penyimpanan.

2. Peralatan suara meliputi mixer suara dengan masukan dan keluaran yang cukup untuk beberapa
mikropon, tape dekoder yang ringkas (kompak), mesin protable. Juga ada fasilitas monitor, talk back dan komunikasi interpersonal. Untuk penghubung diperlukan amplifier, dan equalizer. Untuk
penghubung tanpa kabel akan ada transmiter receiver.

3.Intercom layak mendapat perhatian khusus, untuk reporter yang sering bergerak tanpa kabel diperlukan, dapat berupa sistim pemanggilan walkie-talkie, atau sistim yang lebih rumit. CTA Cue System dari Comrex dirancang secara khusus untuk awak Radio ENG. Beberapa pembuat kendaraan pengumpul berita radio ialah Audix, Midwest dan standard telephone dan Radio.




Tuesday, February 14, 2017

TUGAS CREW DAN SISTEM PRODUKSI SIARAN TELEVISI - BSI 2017 broadcasting





Pengertian peristilahan dalam memproduksi suatu siaran
televisi :
Executive producer
Adalah seorang yang memprakarsai, bertanggungjawab secara kaseluruhan atau memiliki modal produksi paket acara.

Producer
Adalah seorang yang dipercayai oleh executive producer untuk melaksanakan ide/gagasannya.
Executive Producer dan Producer dapat dirangkap satu orang.

Director
Adalah program director/pengarah acara/sutradara, yaitu seseorang yang bertanggung jawab penuh tekniks produksi dan memimpin jalanya produksi

Writer
Adalah penulis naskah/pemilik ide cerita.

Audio director
Adalah seseorang yang bertanggungjawab mengenai konsep dan sistem teknis audio.

Lighting Director
Adalah seseorang yang bertanggung jawab mengenai konsep dan teknis pencahayaan .

Gaffer
Adalah penata cahaya.

Set designer
Adalah seseorang yang merancang dan membuat set dekorasi .

Set Contruction
Adalah seseorang yang bertugas membangun kontrusksi set dekorasi

Graphic Coordinator
Adalah koordinator
penyusun kebutuhan kebutuhan grafis.

Technical director
Adalah penanggung jawab keseluruhan tentang sistem teknis produksi dan peralatan.

Talent
Adalah seseorang yang bertanggungjawab Mengenai talent atau pemain.

Camera operator
Adalah Juru kamera/Cameraman

Video Operator
Adalah juru atau operator gambar.

Go-fer/PU/Running Man
Adalah pembantu umum

Switcher
Adalah seseorang yang bertanggungjawab memilih gambar di ruang sub control, berdasar perintah director

TAHAPAN PRODUKSI PROGRAM ACARA
Secara umum dibagi menjadi 3 bagian
Pra Produksi Produksi Pasca Produksi
•Menentukan Tema/Topik
•Riset dan obserfasi
•Menyusun naskah,
Rundown
•Breakdown equipmeent
dan kebutuhan lain
•Tachnical Meeting
•etc
•Melakukan pengambilan
Pengambilan gambar
bail live maupun taping
•Editing
•Eveluasi dan review
•QC
•Pengarsipan filing
•etc


SISTEM PERALATAN STUDIO TV

TV


Teleprompter (Autocue)
Merupakan alat bantu yang menghasilkan kesan presenter hapal akan naskah yang disampaikan Arah dan kecepatan gulungan teks dikendalikan oleh presenter

Production Control
Ruang pengendali produksi atau Sub-Control Room adalah ruangan dimana seorang pengarah acara mengendalikan, mengarahkan jalannya proses produksi acara. Peralatan-peralatan penting di ruang Sub-control :
- Video Mixer / Vision Mixer
- Monitor Video ( untuk semua sumber gambar )
- Monitor Audio
- Sistem Komunikasi
- Character Generator

PROGRAM CONTINUITY
• Digunakan untuk mengatur kontinuitas siaran yang berasal dari beberapa sumber gambar/suara
• Jumlah program continuity tergantung dari jumlah programa yang dimiliki oleh stasiun penyiaran
• Peralatan program continuity sama seperti peralatan production control

MASTER CONTROL
=Digunakan untuk mengontrol seluruh sinyal gambar dan suara serta komunikasi dari dan ke luar
sta. penyiaran
=Pusat hubungan jalur antar studio, production control, program continuity, VTR/ATR di dalam sta.penyiaran
=Pusat referensi sinyal/pulsa dan waktu standar sta.penyiaran

Wednesday, February 8, 2017

KOMPOSISI DASAR FOTOGRAFI - 6 ( SEMESTER 1) BSI 2017


KOMPOSISI DASAR

Komposisi adalah rangkaian elemen gambar dalam suatu ruang/format . Dengan komposisi yang baik, foto akan lebih efektif menampilkan pesan dari pembuatnya. Pemilihan komposisi merupakan pilihan pribadi fotografer.

A. Penempatan Subjek
1. Aturan sepertiga ( rule of third) Dalil 1/3 bagian sering digunakan untuk penempatan subjek utama. Bidang gambar dibagi menjadi 1/3 bagian sama besar secara vertical dan horizontal dengan menarik masing- masing dua garis horizontal dan vertical. Tempatkanlah subjek utama pada titik perpotongan garis-garis tersebut atau didekatnya yaitu 1/3 jarak dari tepi kiri / kanan dan atas/bawah bingkai gambar.

2. Diagram Irisan emas
Diagram ini menunjukan bagaimana suatu irisan emas dibentuk. Awalnya dibuat bujur sangkar, kemudian dari bujur sangkar tersebut ditarik garis tengah yang memotong sisi-sisinya pada titik A dan B. Disalah satu titik (misalnya A), dibuat lingkaran dengan garis tengah AC, memotong sisi bujur sangkar pada D.Selanjutnya , dibuat segiempat dengan perluasan bujur sangkar sampai titik d
tersebut. Titik C-C” adalah irisan emas dan merupakan posisi subjek.

3. Diagram Susunan Diagonal
Titik A dan B adalah garis diagonal ( atau susunan subjek-subjek secara diagonal). Titik C atau D adalah posisi untuk menempatkan subjek utama.

B. Garis
Garis merupakan elemen desain gambar tertua. Garis yang penting adalah garis yang membentuk tepi bingkai gambar karena garis ini yang mengisolasi bidang gambar yang direkam dari seluruh adegan Garis penting lainnya adalah garis yang membimbing mata ke pusat perhatian gambar, seperti jalan, pagar, tepi pantai atau garis pembimbing tersamar. Bisa juga garis lengkung huruf S dan C, untuk menimbulkan kesan manis. Garis horizontal menimbulkan kesan stabil atau tenang sedangkan garis vertical dapat menunjukan suatu gerakan.

C. Kedalaman
Untuk menambahkan kesan tiga dimensi dalam gambar dua dimensi, diperlukan suatu kedalaman atau perspektif yang akan menimbulkan ilusi jarak dengan menciptakan ruang yang tidak ada dalam bidang gambar.

D. Keseimbangan
Dalam sebuah foto diperlukan keseimbangan visual. Keseimbangan formal dihasilkan jika objek dengan ukuran/berat visual sama ditempatkan di setiap sisi gambar atau subjek utama berada sipusat gambar. Namun dalam fotografi sering kali digunakan keseimbangan non formal untuk mendapatkan keseimbangan visual. Misalnya digunakan dia objek yang lebih kecil untuk mengimbangi sebuah objek yang besar.

E. Irama
Satu komposisi yang baik mempunyai kesatuan. Hal ini dapat diperkuat dengan suatu irama yang berbentuk pengulangan garis, tekstur, bentuk dan warna dalam gambar, seperti pola jendela bangunan, teras sawah dan gelombang lautan.

F. Latar Belakang.
Diupayakan agar gambar latar belakang tidak menyita perhatian dan mengalihkan perhatian dari subjek. Selain dengan mengubah sudut pengambilan, latar belakang yang mengganggu dapat dihindari dengan mendekati subjek utama sehingga subjek akan memenuhi bidang gambar. Cara lain adalah dengan penajaman selektif atau membuat objek utama menjadi tajam dengan latar belakang yang kabur. Penyinaran dari belakang/samping juga akan membantu secara visual memisahkan subjek dari latar belakang yang mengganggu. Langit, rumput, air dan pasir ideal untuk dijadikan latar belakang.

G. Format.

Setiap kamera memiliki ukuran dan bentuk format yang berbeda-beda. Tapi secara gaaris besar hanya terdapat dua macam format yaitu persegi (rectangle) dan bujur sangkar (square). Format bujur sangkar untuk kamera format medium.