Home » All posts
Wednesday, February 8, 2017
TEORI DAN TEKNIK DASAR PENCAHAYAAN
FUNGSI CAHAYA.
Berikut ini merupakan fungsi cahaya yang dapat dimanfaatkan oleh
fotografer untuk sebuah pemotretan ;
1. Fotografer dapat melihat objek, memfokus gambar pada kamera,
kemudian mengekspos filmnya karena adanya cahaya. Semakin terang sumber cahaya
akan semakin menguntungkan fotografer karena lebih mudah untuk melihat,
memfokus dan memungkinkan untuk menggunakan pilihan bukaan diafragma kecil
serta kecepatan rana tinggi.
2. Cahaya mampu memberikan informasi mengenai struktur objel yang akan
difoto. Dengan pencahayaan yang baik berbagai elemen visual ( bentuk, tekstur, warna,
sampai ukuran objek) dalam gambar dua dimensi dapat terlihat sebagai layaknya
tiga dimensi.
3 Cahaya dapat memberikan atau menambahkan mood ketika melihat foto.
“Rasa” dapat ditambahkan pada gambar yang dibuat dengan jalan mengendalikan cahaya.
Contohnya pada foto-foto bidang periklanan dimana pencahayaan yang digunakan
dapat memberikan “rasa’pada gambar. CAHAYA ALAM dan CAHAYA BUATAN Cahaya alam
adalah sumber cahaya utama dalam pemotretan luar ruang (outdoor). Sumber cahaya
alam berasal dari matahari dan benda-benda angkasa yang mampu memantulkan
cahaya, seperti bulan. Dalam praktenya cahaya alam hampir tidak mungkin
dikontrol. Namun kita dapat memilih waktu yang paling baik untuk melakukan
pemotretan sesuai dengan konsep pemotretan yang kita inginkan untuk mendapatkan
pencahayaan yang baik.
1. Cahaya langsung ( direct light)
Cahaya langsung adalah cahaya yang datang langsung dari sumber cahaya
tampa hambatan dan tanpa dipantulkan
2. Cahaya tidak langsung (indirect light) Cahaya tidak langsung
terjadi ketika cahaya matahari tertutup awan, cuaca berkabut atau banyak debu
diudara sehingga cahaya menjadi terdifusi/baur . Cahaya tidak langsung ini
dapat kita bagi menjadi
a. Reflected light.
Reflected light terjadi ketika direct light memantul pada permukaan
suatu benda. Air merupakan salah satu reflector yang paling dikenal.
b. Window light.
Jika matahari masuk menerobos melalui celah-celah daun jendela maka
efeknya akan sama dengan cahaya langsung (direct light) dan akan menghasilkan
kontras yang kuat antara bayangan dengan bagian yang terkena cahaya. Cahaya
yang masuk melalui jendela akan mengenai sebagian objek di dalam suatu ruangan
yang gelap. Biasanya kondisi ini sangat cocok untuk pemotretan still life. Cahaya
Buatan (Artificial Light) Adalah suatu pencahayaan yang dilakukan terhadap
obyek dengan bantuan cahaya yang berasal dari buatan manusia atau lampu kilat
elektronik.
KARAKTER CAHAYA.
Setiap jenis sumber cahaya memiliki sifat dan karakter masing-masing
yang akan mempengaruhi subjek yang disinarinya. Karakteristik cahaya yang harus
diperhatikan pada saat pemotretan adalah kuantitas, kualitas dan warna cahaya.
Kuantitas
Kuantitas pencahayaan adalah seberapa banyak cahaya yang jatuh
menyinari subyek. Kuantitas cahaya ini tergantung kepada intensitas, efesiensi
penyebaran dan jarak antara subyek dengan sumber cahaya. Kualitas Cahaya
mempunyai pengaruh kuat pada suasana gambar. Seorang fotografer harus
mengembangkan kepekaan mata untuk melihat kualitas cahaya, apakah
termasuk kontras tinggi (keras) atau rendah (lembut). Kualitas cahaya
ini berperan pada desain total suatu foto. Ada dua macam kualitas cahaya yaitu
cahaya langsung ( terarah) dan cahaya baur (tidak terarah).
Warna Cahaya
Warna cahaya merupakan salah satu factor yang penting. Setiap sumber
cahaya mempunyai suhu warna masing masing yang berpengaruh pada foto (terutama
foto warna) yang akan dihasilkan. Suhu warna yang dihasilkan berhubungan dengan
“ Derajat Kelvin”yang merupakan pengukuran ilmiah. Cahaya mempunyai warna yang
berbeda sepanjang hari. Pada pagi atau sore hari akan memberikan warna hangat
kekuningan, siang hari terlihat tidak berwarna (putih) sehingga dapat
mengahsilkan warna dasar subyek secara tepat. Pada saat fajar atau senja akan memberikan
warna kejinggaan.
ARAH PENCAHAYAAN
Arah cahaya adalah arah dan posisi sumber cahaya terhadap objek.
Dengan memposisikan sumber cahaya tersebut akan menghasilkan efek yang
ditimbulkannya. Pada dasarnya arah cahaya terdiri dari depan (frontlight),
Belakang (backlight) samping (side light)dan atas (toplight).
TEHNIK PENCAHAYAAN
Tehnik pencahayaan merupakan salah satu factor utama untuk
menghasilkan gambar yang berkualitas. Untuk mendapatkan pencahayaan yang tepat
fotografer harus mengatur proses keluar masuknya cahaya kedalam kamera sehingga
dapat mencahayai film dengan tepat. Over dan Under pencahayaan Seorang
fotografer pasti akrab dengan istilah kontras. Kontras diartikan sebagai
perbedaan gradasi antara area yang gelap (shadow) dengan area yang terang (
higlight) pada objek. Perbedaan gradasi ini sering juga disebut kurang kontras,
terlalu kontras atau kontral ideal. Pada negatif film kontras dinilai
berdasarkan perbedaan antara bagian yang transparan/bening/tipis dengan bagian
yang pekat/tebal. Bagian yang transparan disebut shadow density, Shadow density
akan menjadi bagian gelap pada hasil foto. Bagian yang tebal/pekat disebut
highlight density. Highligt density akan menjadi bagian yang terang /putih pada
hasil photo. Density merupakan istilah untuk menyatakan tebal- tipisnya lapisan
perak yang melekat pada negatif film. Sebuah film dinyatakan berhasil secara
pencahayaan jika semua warna yang muncul mempunyai nada yang sama
dengan yang diharapkan. Kondisi ini terjadi jika adanya kombinasi
pencahayaan yang tepat antara kecepatan rana dan diafragma. Sebuah film
dikatakan over exposed, jika shadow density
menerima cahaya yang berlebihan akibatnya bagian ini akan berwarna
lebih pekat/hitam dari yang diharapkan. Sebuah film dikatakan under exposed
jika bagian shadow density menerima cahaya yang kurang untuk menampilkan detail
gambar. Akibatnya film negatif akan menjadi tipis terutama pada bagian shadow
density. Untuk memperoleh pencahayaan yang baik fotografer dapat berpedoman
pada light meter yang terdapat pada kamera atau pengukur cahaya genggam ( handeld
light meter) dengan melihat posisi penunjuk pada symbol (+) cahaya berlebihan,
(0) cahaya cukup,(-) pencahayaan kurang.
Kompensasi Pencahayaan
Prinsip kompensasi pencahayaan adalah menambah atau mengurangi
pencahayaan. Untuk menambah atau mengurangi cahaya dapat dilakukan dengan
mengubah bukaan diafragma atau kecepatan rana sehingga diperoleh pencahayaan
yang cukup pada kondisi ekstrim. Untuk obyek dengan latar belakang terang,
cenderung memberikan pencahayaan kurang sehingga perlu
kompensasi + 2 stop. Jika pengukur cahaya memberikan
kombinasi 1/125 detik, f/16 maka obyek diambil dengan
kombinasi 1/125 detik, f /8. Sebaliknya jika latar belakang
gelap diperlukan kompensasi –2 stop dari kombinasi
1/125 detik f/16 menjadi 1/500 detik f/16.
Braketing
Adalah suatu tehnik yang memberikan kombinasi pencahayaan yang
berbeda-beda pada satu obyek, selain pencahayaan normal. Akibatnya ada satu
bingkai film yang dijamin akan memperoleh pencahayaan tepat seperti yang diinginkan.
Tehnik ini biasa dilakukan jika obyek memperoleh pencahayaan yang tidak umum
atau obyek yang dianggap penting. Contoh pemotret memperoleh kombinasi
pencahayaan 1/125 detik, dengan diafragma f/22. selain menggunakan kombinasi
tersebut dibuat kombinasi pencahayaan lain missal 1/250 detik, f/22 atau 1/125
detik, f/16).
ALAT KONTROL KAMER DAN FILM 2017 FOTOGRAFI - 3 ( SEMESTER 1) BSI 2017
12:14 AM RORO
ALAT KONTROL KAMER DAN FILM
Pada dasarnya, seluruh alat kontrol kamera berperan penting pada
proses pemotretan. Akan tetapi, fokus, kecepatan rana (shutter) dan bukaan
diafragma mempengaruhi pencahayaan film, sedangkan ketajaman gambar akan
dipengaruhi oleh fokus tidaknya pembidikan sasaran.
DIAFRAGMA
Diaphragma adalah sebuah keping logam tipis yang berbentuk bulat,
terletak dibelakang lensa. Logam tipis tersebut terdiri dari sejumlah
segmen-segmen disusun layaknya tirai yang diatur untuk bisa membuka dan menutup.Besar
kecilnya bukaan tirai disebut bukaan diafragma (aperture). Berapapun
mengecilnya diafragma, dia tidak akan menutup lensa sama sekali. Membesarnya
dan mengecilnya lubang ini diatur oleh gelang skala diafragma pada tabung lensa
yang bertuliskan angka-angka, dengan symbol ( f ). Jika angka diafragma besar
berarti bukaan diafragmanya
kecil. Contoh bukaan diafragma pada f/22 lebih kecil dibandingkan
dengan f/8. jadi dapat juga dikatakan semakin kecil angka diafragma maka bukaan
diafragmanya semakin besar akibatnya semakin banyak cahaya yang masuk kedalam
kamera. Sebaliknya semakin
besar angka diafragma maka bukaan diafragma semakin kecil, akibatnya
semakin sedikit cahaya yang masuk ke dalam kamera. Besarnya bukaan diafragma
dinyatakan dengan bilangan f stop. Bilangan f stop adalah perbandingan antara
panjang fokus dengan diameter bukaan diafragma. Jadi makin besar bilangan f
stopnya makin kecil bukaan diafragmanya.
Jarak Fokus (Focal length)
-------------------------------- = nilai diafragma ( f stop)
Diameter bukaan diafragma
Skala Diafragma.
Kalau kita perhatikan pada berbagai lensa, dari pabrik-pabrik yang
berlainan, maka skala diafragma selalu sama kecuali angka permulaan. Contoh
sebagai berikut ;
1,4 – 2,8 – 3,5 – 4 – 5,6 – 8 – 11 – 16-22
1,2 – 2,8 – 3,5 – 4 – 5,6 – 8 – 11 – 16-22
Dibuatnya skala ini adalah untuk memudahkan perhitungan tentang
banyaknya sinar yang masuk lewat lensa. Jumlah sinar yang masuk lewat diafragma
f/11 untuk waktu yang sama (misal 1/125 detik) adalah dua kali (2 x) daripada
jumlah sinar yang lewat dalam waktu yang sama dengan bukaan f/16 . Tiap angka urutan
yang lebih kecil angkanya mempunyai nilai sinar 2 kali dari nilai yang dicapai
dengan angka yang lebih besar.
Ruang Ketajaman ( Depth of Field)
Jika kita memandang ke arah suatu obyek dimuka kita, maka obyek itu
tampak jelas dan lain-lainya yang kita tidak beri perhatian, tampak kabur ini
menunjukan bahwa setiap lensa memiliki suatu ruang tajam. Ruang ketajaman dalam
prakteknya dapat dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain 1. Jarak
pemotretan ; jarak dekat memperpendek ruang tajam, jarak jauh melebarkannya.
2. Jarak fokus lensa ; jarak fokus panjang memperpendekruang tajam,
jarak fokus pende memperluas ruang tajam.
3. Bukaan Diafragma; Skala Ruang Ketajaman Angka skala ruang tajam
terdapat pada sisi luar tabung lensa menunjukan angka-angka ;
16. 11. 8. 4. 1. 4. 8. 11. 16.
Makin dekat jarak pemotretan makin sempit ruang ketajaman. Hinga pada
pemotretan makro (jarak
sangat dekat) ruang ketajamannya begitu sempit hingga tinggal beberapa
millimeter saja. Hubungan Diafragma dengan ruang ketajaman Bukaan diafragma
mempunyai hubungan langsung dengan besar kecilnya ruang ketajaman . Makin besar
bukaan diafragma makin kecil (sempit) ruang ketajamannya. Makin kecil bukaan diafragma
makin luas (lebar) ruang ketajamannya. Dengan mengetahui hal ini apabila kita
ingin membuat latar belakang kabur kita pakai bukaan diafragma yang besar.
Sebaliknya jika kita hendak membuat semua benda di latar muka dan latar belakang
kelihatan tajam kita gunakan bukaan diafragma yang kecil.
FOKUS
Jika kita mengamati lagi jalannya sinar lewat sebuah lensa, maka dapat
kita tentukan dengan mentaati hukum optika, di titik mana terbentuk gambar
bayangan riil. Jika titik ini jatuh persis dengan bidang film maka gambar itu akan
tajam nampaknya. Jika gambar itu jatuh di muka atau di belakang bidang film
maka gambar akan kabur. Untuk mengatur bahwa gambar yang dibentuk oleh lensa dari
suatu obyek selalu jatuh di atas bidang film perlu sebuah perangkat/gelang
pengatur, bahwa posisi lensa terhadap film dapat dirubah, dijauhkan atau
didekatkan. Kalau obyek jauh lensa didekatkan, kalau obyek dekat lensa
dijauhkan. Dengan demikian dapat diatur bahwa sinar-sinar akan disalurkan dan
dibelokkan dan bertemu tepat diatas permukaan bidang film. Perangkat pengatur yang
memungkinkan lensa menjauh dan mendekat dari film terletak pada gelang tabung
lensa kamera. Pada gelang ini tertulis angka-angka atau symbol-simbol tertentu
yang menunjukan jarak dalam feet atau meter;
Contoh ;
5.6.9.12.15. 18.
-----------------------------
1.2.3.4.6.5 6
Lebih dari enam meter tidak diberi tanda lagi, jarak yang tak terukur
adalah tak terhingga. Pada kamera yang murah biasanya pengaturan jarak tidak
dilakukan . Dengan lensa 40 mm dan jarak dipasang 3 meter dengan bersandar pada
ruang ketajaman, maka pemotretan pada jarak 3 meter sampai tak terhingga akan
tajam. Pada kamera yang dilengkapi dengan range finder ( penemu jarak) terdapat
pengaturan jarak dengan dua lensa. Bertemunya dua gambar yang dihasilkan oleh
dua lensa pada jendela bidik kamera itu dengan memutar gelang penemu jarak
tercapailah posisi lensa yang baik yang menghasilkan gambar tajam. Sitem ini
disebut “Double Image”. Pada kamera Single Lens Reflect ( Reflek lensa tunggal)
terdapat penemu jarak system “Split Image” gambar belah . Gambar yang terdiri
dari bagian atas dan bawah yang harus ditemukan pada garis vertical yang
melintasi garis tengah lingkaran. Bila garis vertical ini sudah manunggal maka
gambar yang diambil sudah mencapai fokusnya. Kemajuan teknologi berdampak
positif terhadap penampilan kamera saat ini, beberapa jenis kamera elektronik
telah dilengkapi fasilitas autofokus. Beberapa keunggulan yang dapat diperoleh
oleh fasilitas autofokus adalah ; 1Mempermudah fotografer untuk mengambil obyek
bergerak dalam kondisi yang relatif cepat. 2Proses pemfokusan lebih cepat dan
hasil yang diperoleh lebih baik dari pada mata manusia 3Memungkinkan untuk
memperoleh gambar yang tajam, baik terhadap obyek foto yang statis maupun yang bergerak.
RANA ( Shutter )
Pada suatu kamera bila tutup lensa depan kamera dibuka maka tidak ada
sinar yang masuk ke bidang film karena sinar tersebut terhalang oleh tirai
rana. Lensa belum dapat melihat dan membentuk gambar sebelum tirai rana dibuka.
Lamanya rana terbuka tidaklah boleh terlalu lama atau terlalu cepat, jika
terlalu lama film akan gosong dan jika terlalu cepat atau pendek gambar akan
begitu tipis sehingga susah atau tidak mungkin mencetaknya. Kecepatan rana
(shutter) adalah kecepatan tirai rana untuk membuka dan menutup kembali. Makin
cepat kecepatan tirai rana untuk membuka dan menutup kembali makin sedikit
cahaya yang akan mencahayai film.
Rana terdiri dari dua jenis yaitu ;
1. Rana pusat atau Compur. Yang berada dibelakang lensa. Tirai rana
pusat menutup dengan cara memusat, posisinya terletak pada lensa kamera,
berdampingan dengan diafragma. Fungsinya menutup sama sekali dan membuka sama
sekali, tidak ada bukaan kecil, sedang atau besar. Bukaan penuh ini
mengantarkan sinar ke film, akan tetapi karena sinar ini harus melewati
diafragma, banyaknya sinar yang masuk diatur oleh bukaan diafragma.
2. Rana Focal-plane ( Rana tirai celah)
Rana celah terdiri dari dua jenis, yaitu rana celah vertical dan rana
celah horizontal. Tirai rana terdiri dari anyaman logam tak berkarat dan
terletak rapat di muka film. Jika tombol pelepas rana ditekan, maka terjadi
beberapa hal sekaligus ;
-Cermin pantul untuk kamera jenis RLT memantul ke atas dan kembali
dalam posisi semula.
-Tirai rana membuka dan menutup kembali dimana pada saat itu sebuah
celah terbentuk melewati permukaan film, hingga terjadi pemberian sinar.
Kecepatan waktu lamanya pemberian sinar ke film diatur oleh pemilih kecepatan
rana
= Shutter speed selector.
Shutter speed selector diperlengkapi dengan angka-angka penuh seperti
1. 2. 4. 8. 15. 25(30). 50(60).
125. 250. 500. 1000. angka ini menunjuk pada nilai pecahan misalnya
angka 125 berarti 1/125. (seperseratus duapuluh lima) detik.
Fungsi Pemilihan Kecepatan Rana.
Pemilihan kecepatan rana didasarkan atas pertimbangan dari si
fotografer untuk mencapai gambar
yang bagaimana. Pada umumnya kecepatan rana adalah membuat gambar yang
jelas dan tajam, juga dalam obyek yang bergerak, bergerak cepat atau sangat
cepat atau untuk membekukan gambar dari obyek yang bergerak. Jika pemotretan
menggunakan kecepatan yang lambat dibawah 1/60 detik, seorang fotografie harus
berhati-hati karena getaran atau goncangan kecil akan menyebabkan
obyek foto tidak tajam. Untuk mengatasinya gunakan kaki tiga (tripod).
Kecepatan lambat (1/60 ke bawah) biasanya digunakan untuk mendapat kesan
bergerak ( sense of motion). Akan terjadi kekaburan yang sifatnya seakan –akan
gambar tersapu dalam arah gerakan latar belakang tetapi tajam Sedangkan untuk membekukan
gerakan obyek sebaiknya digunakan kecepatan tinggi yaitu 1/250 atau lebih.
FILM
Film adalah media untuk merekam gambar yang terdiri dari lapisan
tipis. Lapisan ini mengandung emulsi peka diatas dasar yang fleksibel dan
transparan. Emulsi terdiri dari perak halida yaitu senyawa peka cahaya dari
butiran mikroskopik bromik perak yang dilekatkan oleh gelatin yang menjadi
gelap jika terkena cahaya. Karakteristik dari emulsi adalah peka warna, peka
cahaya, membedakan warna/gelap terang (contras), berisi butiran perak halida, menentukan
kemampuan merekam detail, menentukan kecerahan . Ketika film secara selektif
terkena cahaya yang cakup ,sebuah gambar tersembunyi akan terbentuk. Bentuk
gambar tersembunyi dapat terlihat jika film yang telah tergulung kedalam
selongsongnya kemudian dicuci dengan tehnik khusus.
Jenis-jenis Film
Ada dua jenis film yang beredar di pasaran, yaitu
1. Film negatif ( Foto berwarna dan hitam putih)
2. Film positif (Slide). (ditampilkan lewat proyektor)
Film dengan kecepatan cepat/ Fast film ( 400 ISO)
Kecepatan film yang lebih tinggi memungkinkan kamera menggunakan
kecepatan rana (Shutter) yang lebih tinggi pula. Kecepatan tinggi pada film dan
shutter mampu mengabadikan obyek bergerak lebih tajam. Selain itu memungkinkan
lensa lensa diatur dengan bukaan diafragma lebih besar sehingga ruang tajam
(depth of field) menjadi lebih lebar. Film ini memberikan kesempatan untuk
memotret dalam kondisi pencahayaan kurang lampu kilat. Umumnya
foto-foto yang diambil dalam cahaya alam memberikan hasil yang lebih halus dan
menarik. Film dengan kecepatan sangat cepat / ultra fast film ( diatas 800 ISO)
Film ini dirancang untuk pencahayaan yang rendah dengan cahaya pemotretan seadanya.
Gambar yang dihasilkan memiliki butiran yang kasar. Warna-warna lembut dengan
butiran kasar menampilkan kesan khusus sehingga dapat digunakan pada beberapa
obyek pemotretan. Memilih Kecepatan / ISO Film Biasanya fotografer harus
memilih film dengan kecepatan (ISO) yang sesuai dengan kondisi penerangan.
Gunakan film cepat (ISO 400 keatas) pada penerangan yang kurang dan film
kecepatan menengah atau lambat pada penerangan yang terang. Jika mempunyai
rencana untuk mencetak foto lebih besar dari 28 x 35 cm, gunakanlah film lambat
seperti ISO 25. Cara ini akan mencegah munculnya kekasaran butiran foto.
Tuesday, February 7, 2017
LENSA KAMERA 2017 FOTOGRAFI - 2 ( SEMESTER 1) BSI 2017
11:58 PM RORO
LENSA KAMERA
Lensa merupakan komponen penting sebuah kamera. Tanpa lensa, proses
pemotretan akan berlansung lama dan tidak akan menghasilkan gambar yang baik. Lensa
berfungsi menyalurkan sinar dari luar tubuh kamera ke dalam kamera. Lensa juga bertugas
untuk memperbesar pengumpulan sinar yang dapat disalurkan ke dalam tubuh kamera
dan kepada film. Pada lensa kamera terdapat elemen-elemen yang terdiri dari
lensa cembung dan cekung atau kombinasi antara cekung dan cembung. Jika sinar
yang datang dari sumber pada jarak yang tidak terhingga mengenai lensa, maka
sinar itu dibelokkan ke arah sebuah titik tertentu, yang tetap. Titik ini
disebut titik api . Bagi tiap-tiap lensa, jarak pusat lensa ke titik api adalah
tetap dan tidak berubah. Titik api ini disebut FOCUS dan jarak antara pusat
lensa dengan titik api disebut JARAK FOCUS (Focal length). Karena titik api
bagi masing-masing lensa adalah tetap, maka jarak fokus bagi masing-masing
lensa juga tetap
tak berubah. Pada dasarnya, lensa dibagi menjadi tiga kelompok yaitu ;
1. Lensa Fix
2. Lensa Vario Focal (Zoom)
3. Lensa Spesial
LENSA FIX
Lensa fix adalah lensa yang memiliki panjang fokus (titik api) tunggal
sehingga sudut pandangnya tetap. Beberapa jenis lensa fix yang sering dipakai
antara lain ;
1. Lensa Super Wide, panjang fokus 17 mm atau 22 mm.
2. Lensa Wide, panjang fokus 24 mm
3. Lensa Tele, panjang fokus 70 mm
4. Lensa super tele, panjang fokus diatas 70 mm.
Lensa Vario Focal (Zoom)
Adalah lensa dengan panjang fokus yang berubah-ubah / dapat bergeser
sehingga sudut pandangnya (angle of view) dapat diubah-ubah. Beberapa jenis
lensa zoom
1. Lensa dengan panjang fokus 17-35 mm
2. Lensa dengan panjang fokus 21-35 mm
3. Lensa dengan panjang fokus 70-210 mm
Lensa spesial
Adalah berbagai jenis lensa yang dipergunakan untuk kepentingan-
kepentingan khusus. Beberapa jenis lensa spesial antara lain;
1. Lensa fish eye (angle of view 180 derajat), lensa ini dipakai untuk
kepentingan khusus tanpa menghiraukan distorsi (penyimpangan) yang
akan ditimbulkannya. Biasanya lensa ini digunakan untuk pengambilan
gambar pemandangan dan situasi
2. Lensa perspective correction, untuk mengoreksi perspektif obyek
foto
arsitektur.
3. Lensa tele cermin (mirror lens), lensa dengan titik api yang
panjang
tetapi memiliki bobot yang ringan.
4. Lensa soft focus, untuk memperoleh efek yang lembut pada pemotretan
potrait.
5. Lensa Makro lens, dipakai untuk memotret obyek berukuran kecil atau
pemotretan jarak dekat, misalnya memotret bunga dan serangga.
Lensa sudut lebar (Wide lens)
Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus kurang dari 50 mm. Jarak fokus
yang paling lazim digunakan adalah 16,18,28,35 mm termasuk lensa standar jenis
wide lens. Sifat-sifat lensa sudut lebar (Wide lens) 1. Meluaskan pandangan,
dengan menjauhkan obyek. Penggunaannya memotret dalam ruang, Interior, foto
keluarga, ruang pengantin. 2. Ruang Ketajaman yang dalam. Penggunaannya; untuk
reportase dimana kecepatan kerja memotret adalah penting tanda adanya
keharusan tiap kali memfokuskan obyeknya. 3. Distorsi ; melengkungkan
garis vertical dan horizontal, perspektif menjadi longgar/melebar.
Penggunaannya ; Expressie seni, untuk pemandangan dan benda-benda didalam
ruang.
Lensa Tele / Teropong
Lensa tele dipakai untuk memperbesar obyek yang akan difoto. Selain
itu lensa ini dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek. Khusus
untuk pemotretan portrait, penggunaan lensa tele akan menghasilkan gambar
perspektif wajah mendekati aslinya. Lensa tele yang sering dipakai adalah lensa
dengan fokus antara 85 mm sampai 135 mm untuk portrait dan 200mm sampai 1000 mm
untuk memotret binatang buas, repotase sepak bola, dsb.
Lensa Normal
Jarak fokus lensa normal sekitar 50 mm. Mempunyai pandangan normal.
Sudut pandangan seperti mata normal. Tidak menimbulkan distorsi. Lensa Vario
focal/ Zoom Lens Lensa zoom diperkenalkan dalam tahun 1960-an dan merupakan
idaman tiap pemotret . Kemampuan untuk mencapai jarak fokus yang berubah-ubah,
sehingga dijuluki “Variable Focus” atau disingkat Lensa Vario. Keunggulan ini
menyebabkan, tanpa berpindah tempat si fotografer dapat mencapai fokus dari
obyeknya, seakan-akan dia mendekati obyek pada jarak-jarak yang berlainan.
Hubungan Jarak Fokus dengan Pandangan Lensa
Lensa dapat diklasifikasikan atas dasar jarak fokusnya, misal lensa
dengan jarak fokus 45,50,55 mm, tergolong lensa normal, yang berarti bahwa
pandangan lensa apabila melihat suatu obyek pada jarak tertentu kurang lebih
sesuai dengan pandangan mata biasa. Apabila misalnya kita melihat obyek yang
sama dengan kamera yang berlensa fokus pendek misalnya 40 mm, maka mendadak
kita melihat obyek itu terletak seakan-akan lebih jauh dari kita. Gambar obyek
itu di dalam kamera didorong ke belakang lebih jauh. Sebaliknya jika kita
melihat obyek yang sama lewat kamera yang lensanya berfokus panjang 135 mm,
maka obyeknya tampak lebih dekat dibandingkan dengan mata telanjang . Mendekat
dan menjauhnya pandangan disebabkan oleh jarak fokus dari lensa.
Hubungan Jarak Fokus dengan Sudut Pandangan
Jarak fokus mempunyai hubungan yang erat sekali dengan sudut pandang.
Makin pendek jarak fokusnya, makin lebar sudut pandangannya. Sebaliknya makin
panjang jarak fokusnya makin sempit sudut pandangannya. Contoh jika sudut
pandang sebuah lensa normal dengan jarak fokus 50
mm, adalah 45 derajat, ini berarti bahwa daya cakup dari pandangan
lensa normal 45 derajat yaitu yang menjadi gambar. Segala apa yang diluar
pandangan 45 derajat ini lensa tidak melihatnya karena itu tidak menjadi
gambar.
Hubungan Jarak Fokus dengan Ruang Ketajaman
Lensa-lensa bersudut lebar mempunyai keuntungan dalam hal ruang ketajaman.
Makin pendek jarak fokus suatu lensa, makin luas ruang ketajaman. Keuntungan
ini bisa dimanfaatkan contonya seorang wartawan foto yang melakukan reportase
suatu kejadian yang berjalan cepat, sering tidak sempat untuk melakukan
focusing oleh karena jarak pemotretan dan sudut pandang yang selalu berubah-
ubah. Dalam hal dia menggunakan lensa wide – angle, hingga dapat memotret
pada jarak pendek, dengan kepastian bahwa bila dia pasang jarak pada 3 meter,
maka semua hal dari 3 meter kebelakang akan tajam. Dalam keadaan itu dia hanya
mengatur , bahwa dia tidak akan menghampiri obyeknya lebih dekat dari 3 meter
ditambah dengan bukaan diafragma yang kecil, misalnya 8,11,16 saja supaya dapat
membantu dalam membentuk ruang ketajaman yang luas.
Materi BSI BROADCASTING 2017 FOTOGRAFI - 1 ( SEMESTER 1) BSI 2017
11:42 PM RORO
KAMERA FOTO
Pengertian
Kamera berasal dari
kata-kata “CAMERA” yang berarti ruang atau kotak. CAMERA OBSCURA berarti kotak gelap
(tidak tembus sinar). Kamera foto yang paling sederhana dapat dibentuk oleh sebuah
lubang kotak kedap sinar dengan sebuah lubang kecil sebesar jarum, ini disebut
“Pinhole Camera”
Jenis-Jenis Kamera
Kamera Non Refleks Adalah kamera yang tidak menggunakan cermin putar. Antara lain
kamera langsung jadi (Polaroid) dan Kamera Kompak.
Kamera Refleks Adalah kamera yang menggunakan cermin putar untuk memantulkan
objek gambar pada bidang pengamatannya.
Yang termasuk kamera
refleks adalah jenis kamera
SLR (Single lens
reflect)
RLT (reflek lensa
tunggal)
TLR ( twins lens
reflect)
RLK (refleks lensakembar).
Berdasarkan Formatnya
Film terdiri dari film
negatif dan positif. Kedua jenis film tersebut mempunyai ukuran yang berbeda beda
atau dinamakan format film. Format film disesuaikan dengan jenis kamera yang
digunakan. Kamera format 35 mm ( Small format camera) Kamera ini menggunakan
format film 35 mm. Kelebihannya adalah enak dipegang,fleksibel dan ringan. Kekurangannya
adalah pada hasil pembesaran foto. Foto yang masih bisa dicetak dengan hasil
baik, biasanya hanya seukuran majalah. Kamera format medium (medium format
camera) Kamera ini menggunakan format film 120 mm. Umumnya digunakan untuk
memotret objek orang, potrait atau foto model.Kamera format besar (large format
camera) Kamera format besar biasa disebut view camera. Kamera ini menggunakan
film 4 x 5 inci atau 8 x 10 inci. Umumnya digunakan untuk pemotretan studio dan
memiliki bukaan diafragma yang kecil (f/45,f/90). Akibatnya kamera ini mampu
menambah ruang tajam gambar sehingga detil gambar semakin baik. Semakin besar
format kamera, semakin baik kemampuannya untuk menyempurnakan gambar. Semakin besar
format film, semakin besar kemampuannya untuk
menghasilkan gambar
yang baik (jika dilakukan pembesaran gambar).
Berdasarkan Sistem Bidiknya
View camera,
pembidikan dilakukan secara horizontal dan langsung pada lensa utama kamera.
Proyeksi gambar terbalik dari obyek benda yang dibidik. Umumnya, kamera ini
digunakan untuk memotret still life di studio karena dapat menyempurnakan
perspektif dan menambah ruang tajam.
View finder camera (range finder camera) Pembidikan kamera ini dilakukan
secara horizontal dan
tidak langsung pada
lensa utama tetapi melalui jendela bidik ke objek yang akan dipotret . Penentu
jarak (focus) dibantu oleh sebuah lensa kecil yang berada di samping pengamat
bidikan sehingga menimbulkan bayangan. Jika gelang pengatur jarak (ring focus)
diputar bayangan akan
bergerak sampai
bersatu dengan objek yang akan dipotret. Lensa utama kamera ini tidak bisa ditukar.
Singgle Lens reflect (Reflect lensa tunggal)
Pembidikan kamera ini dilakukan
secara horizontal dan berpandangan langsun dengan lensa utama. Lensa berfungsi
untuk meneruskan bayangan ke obyek pembidik dan meneruskan bayangan obyek ke
film. Apabila tombol pelepas di tekan, cermin akan terangkat ke atas sehingga tidak
menghalangi objek ke dalam film. Lensa kamera ini dapat dibuka dan diganti
dengan lensa lain.
Twins
lens reflect ( Reflect lensa kembar)
Pembidikan kamera ini
dilakukan secara vertical pada bagian atas lensa dan tidak langsung ke lensa
utama (lensa bagian bawah) . Lensa bagian atas berfungsi untuk menangkap obyek yang
dipantulkan oleh cermin ke pembidik, sedangkan lensa bagian bawah berfungsi menangkap
obyek untuk diteruskan ke film. Kedua lensa bergerak bersama-sama sampai obyek
yang akan dipotret tampak menyatu.
KAMERA REFLECT LENSA TUNGGAL (RLT)
Mengapa kita menggunakan
kamera RLT ; karena kamera jenis ini lebih popular digunakan khususnya pekerjaan
fotografie lapangan. Kamera ini menggunakan lensa yang sama untuk membidik dan merekam
gambar pada film. Pandangan yang kita lihat di jendela pembidik adalah gambar
foto yang akan kita peroleh pada film.
Cara Kerja Kamera RLT
Diawali dengan masuknya
cahaya melalui lensa, Cahaya akan dipantulkan oleh kaca pembidik ke penta
prisma yang berada dipuncak kamera yang kemudian membalik dan meneruskan gambar
tersebut ke jendela pembidik, sehingga mata kita bisa melihat pemandangan yang
ditangkap oleh lensa, fokus-tidaknya obyek akan terlihat pada layar. Pada saat
tombol pelepas rana ditekan, secara otomatis cermin pembalik terangkat,
Bersamaan dengan proses tersebut, tirai rana terbuka sesuai dengan kecepatan
yang diatur pada gelang kecepatan. Di belakang tirai rana inilah film dibentangkan
sehingga cahaya yang masuk akan mengenai film. Setelah cahaya mengenai film
tirai rana menutup kembali , cermin pembalik turun seperti keadaan semula
sehingga potografer bisa mempersiapkan pengambilan foto berikutnya.
KAMERA DIGITAL
Pada prinsipnya tidak
ada perbedaan yang mencolok antara kamera digital dan kamera analog karena
teknologi dasarnya yang dikandungnya sebenarnya sederhanya saja. Kamera analog
menggunakan film seluloid, mempunyai tiga elemen dasar, yaitu elemen optikal,
elemen kimia berupa film dan elemen mekanik yang merupakan badan kamera dan
panelnya. Elemen kimia film di kamera digital sekarang digantikan dengan elemen
chips yang bisa berupa CCD (charge coupled device) maupun CMOS (complementary Metal
Oxide semiconductor) yang mengatur sensitivitas
pencahayaan dan
menjadi film digital pada kamera digital.
Pixel
Pixel adalah satuan
dalam fotografi digital. Sebuah foto digital adalah sebuah gambar yang terdiri
dari titik-titik pembentuk gambar. Sebuah titik dalam foto digital yang menyimpan
aneka data (misalnya warna) disebut pixel. Sebuah foto digital mempunyai
besaran yang dinyatakan dengan pixel ini. Misal sebuah kamera 5 megapixel merekam
sekitar 5 juta titik dalam sekali pemotretan, sedangkan kamera 3 mega pixel
hanya merekam 3 juta titik untuk adegan yang sama. Maka bisa masuk diakal jika
kamera yang memiliki pixel lebih besar akan menghasilkan gambar yang lebih
halus Dalam fotografi konvensional, sebuah foto dinyatakan dalam satuan panjang
saja. Misalnya ada foto berukuran 15 sentimeter x 10 sentimeter yang disebut
ukuran kartu pos. namun dalam foto grafi digital ukuran panjang menjadi ukuran
kedua, ukuran pertamanya adalah pixel. Maka dengan menggabungkan kedua satuan
ini muncullah satuan baru yaitu DPI (doth per inchi). Dot atau titik, kira-kira
mewakili pixel. Secara kasar foto berkehalusan 128 DPI berarti setiap inchi panjangnya
ada 128 titik pembentuk gambar.Jadi sebuah foto digital kalau diperbesar maka
DPI-ya berkurang. Suatu contoh agar sebuah foto digital tampil dilayar komputer
ia cukup punya kepadatan 72 DPI. Agar tampak bagus disurat kabar kepadatan
minimal 130 DPI . sedangkan untuk dicetak di kertas foto minimal kepadatan gambar
sekitar 300 DPI.
Monday, February 6, 2017
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)













