Sunday, February 12, 2017

Pengantar Dunia Penyiaran - PENGERTIAN PENYIARAN ( BSI SEMESTER 1 2017)



Penyiaran(broadcasting) adalah keseluruhan proses penyampaian siaran dimulai dari penyampaian materi produksi,proses produksi,penyiapan bahan siaran kemudian pemancaran sampai dengan penerimaan siaran tersebut oleh pendengar/pemirsa di suatu tempat (JB wahyudi,1994:6)

Pengertian lain:
Kegiatan pembuatan dan proses menyiarkan acara siaran radio dan televisi serta pengelolaan operasional perangkat lunak dan keras, yang meliputi segi idiil, kelembagaan dan sumber daya manusia, untuk memungkinkan terselenggaranya siaran radio dan televisi. Kegiatan penyiaran dilakukan oleh organisasi penyiaran. Organisasi penyiaran bisa bersifat public sector, privat sector, bisa pula bersifat no for profit (non-provit oriented).

Penyiaran adalah kegiatan pembuatan dan proses menyiarkan acara siaran radio dan televisi serta pengelolaan operasional perangkat lunak dan keras, yang meliputi segi idiil, kelembagaan dan sumber daya manusia, untuk memungkinkan terselenggaranya siaran radio dan televisi. Organisasi penyiaran didukung oleh tiga unsur utama, yaitu:
1.Siaran.
2.Tehnik.
3.Administrasi.

KARATERISTIK MEDIA TELEVISI DAN RADIO
Setiap media komunikasi pasti memiliki karateristik tertentu. Tidak ada suatu media pun yang dapat dipergunakan untuk memenuhi segala macam kebutuhan komunikasi. Beberapa kelebihan media televisi adalah sebagai berikut :

1. Memiliki jangkauan yang luas segera dapat menyentuh rangsang penglihatan dan pendengar manusia.
2. Dapat menghadirkan objek yang amat kecil/besar, berbahaya, atau yang langka.
3. Menyajikan pengalaman langsung kepada penonton.
4. Dapat dikatakan “meniadakan” perbedaan jarak dan waktu.
5. Mampu menyajikan unsur warna, gerakan, bunyi, dan proses dengan baik.
6. Dapat mengkoordinasikan pemanfaatan berbagai media lain, seperti film, foto, dan gambar dengan baik.
7. Dapat menyimpan berbagai data, informasi, dan serentak menyebarluaskannya dengan cepat ke berbagai tempat yang berjauhan.
8. Mudah ditonton tanpa perlu menggelapkan ruangan.
9. Membangkitkan perasaan intim atau media personal.
Selain kelebihan tersebut, media televisi juga mengandung
kelemahan, yaitu sebagai berikut :
1. Merupakan media satu arah, hanya mampu menyampaikan pesan, namun tidak bisa menerima umpan balik secara cepat.
2. Layar pesawat penerima yang sempit tidak memberikan kelekuasaan penonton.
3. Bingkai cahaya (flash) dan rangsang kedip cahaya (flicker) dapat merusak atau mengganggu penglihatan penonton.
4. Kualitas gambar yang dipancarkan lebih rendah dibandingkan dengan visual yang diproyeksikan (film layar lebar).

Beberapa Kelebihan media Radio sebagai berikut :
1. Radio merupakan sarana tercepat penyebar berita.
2. Radio dapat diterima di daerah tanpa listrik.
3. Produksi program radio cukup murah. Banyak negara mampu membangun stasiun regional dan bahkan lokal untuk membuat sarana ini lebih efektif dalam pelayanan masyarakat dan pembangunan.
4. Radio mempunyai potensi untuk menjadi medium yang cepat, akrab, dan mudah dijangkau.
5. Siaran langsung oleh radio dari lokasi kejadian merupakan hal yang mudah.
6. Buta huruf bukan kendala bagi khalayak radio.

Radio juga mempunyai kelemahan :
1. Tergantung hanya pada bunyi. Televisi lebih lengkap, ada bunyi dan gambarnya.
2. Radio tergantung oleh kondisi atmosfer dan pada jarak yang jauh pancaran radio akan lebih banyak terganggu.
3. Seperti televisi, radio tidak dapat mengirim banyak informasi sekaligus dengan cepat, dan tidak dapat bersaing dengan surat kabar dalam hal jumlah materi berita yang disajikan. Sedangkan yang dimasksud dengan siaran yang berasal dari kata siar berarti :

1. Menyebarluaskan informasi melalui pemancar. Kata siar ditambah akhiran an, membentuk kata benda, yang memiliki makna apa yang disiarkan.
2. Siaran dapat berupa siaran audio (radio), dapat pula dalam bentuk siaran audio visual gerak dan sinkron, seperti pada televisi siaran.
3. Siaran sebagai output stasiun penyiaran yang dikelola oleh organisasi penyiaran, merupakan hasil perpaduan antara kreativitas manusia dan kemampuan sarana/alat, atau antara perangkat keras dan lunak.
Perangkat keras terdiri atas :
Sarana dan prasarana.
Pemancar dan perangkatnya.
Perangkat lunak terdiri atas :
Manusia pengelola (di dalamnya termasuk manajemen). Program.
Yang dimaksud dengan perangkat keras adalah :
Gedung dan Jalan
Studio
Kamera elektronika dan statip
Sistem lampu dan suara
Dekorasi
Sub dan master control
Program continuity
Telecine
VTR dan VCR
Alat editing dan manipulating (efek gambar dan suara)

Siaran yang benar adalah siaran yang isi pesannya, baik audio dan atu visualnya diproduksi sesuai dengan sifat fisik medium radio dan atau televisi. Dari kriteria “Siaran yang berkualitas, baik dan benar” di atas, siaran karya artistik terikat pada kode moral, sedangkan siaran karya jurnalistik, selain terikat pada kode moral juga pada kode etik profesi jurnalistik. Kegiatan penyiaran meliputi hal-hal berikut,
yaitu:
• Merencanakan
• Menyiapkan pola acara
• Menyelenggarakan siaran
• Mengadakan kerja sama
• Menyelenggarakan penelitian
• Mengadakan pendidikan
• Pertukaran berita
• Promosi.

Siaran berasal dari kata siar, berupa audio dan visual, dan sebagai out put dari stasiun penyiaran.
Organisasi penyiaran memadukan perangkat keras (sarana/alat), dan perangkat lunak (manusia dan program). Sumber Informasi dan Jenis Siaran Sumber informasi dari manusia, peristiwa, dan realita.
Manusia sebagai sumber memiliki ide/gagasan, peristiwa menghasilkan fakta. Informasi bersumber dari manusia menjadi karya artistik, sedang informasi bersumber dari peristiwa, pendapat, dan realita menjadi karya jurnalistik. Karya artistik antara lain berupa:
1. Pendidikan/agama
2. Seni dan budaya
3. Hiburan (musik, lawak, akrobat, sinetron, dll).
4. Iklan
5. Penerangan umum
6. Iptek.

Karya jurnalistik berupa:
1. Berita aktual
2. Berita non-aktual
3. Penjelasan masalah hangat (dialog, monolog, siaran langsung, laporan).


Thursday, February 9, 2017

Wednesday, February 8, 2017

KOMPOSISI DASAR FOTOGRAFI - 6 ( SEMESTER 1) BSI 2017


KOMPOSISI DASAR

Komposisi adalah rangkaian elemen gambar dalam suatu ruang/format . Dengan komposisi yang baik, foto akan lebih efektif menampilkan pesan dari pembuatnya. Pemilihan komposisi merupakan pilihan pribadi fotografer.

A. Penempatan Subjek
1. Aturan sepertiga ( rule of third) Dalil 1/3 bagian sering digunakan untuk penempatan subjek utama. Bidang gambar dibagi menjadi 1/3 bagian sama besar secara vertical dan horizontal dengan menarik masing- masing dua garis horizontal dan vertical. Tempatkanlah subjek utama pada titik perpotongan garis-garis tersebut atau didekatnya yaitu 1/3 jarak dari tepi kiri / kanan dan atas/bawah bingkai gambar.

2. Diagram Irisan emas
Diagram ini menunjukan bagaimana suatu irisan emas dibentuk. Awalnya dibuat bujur sangkar, kemudian dari bujur sangkar tersebut ditarik garis tengah yang memotong sisi-sisinya pada titik A dan B. Disalah satu titik (misalnya A), dibuat lingkaran dengan garis tengah AC, memotong sisi bujur sangkar pada D.Selanjutnya , dibuat segiempat dengan perluasan bujur sangkar sampai titik d
tersebut. Titik C-C” adalah irisan emas dan merupakan posisi subjek.

3. Diagram Susunan Diagonal
Titik A dan B adalah garis diagonal ( atau susunan subjek-subjek secara diagonal). Titik C atau D adalah posisi untuk menempatkan subjek utama.

B. Garis
Garis merupakan elemen desain gambar tertua. Garis yang penting adalah garis yang membentuk tepi bingkai gambar karena garis ini yang mengisolasi bidang gambar yang direkam dari seluruh adegan Garis penting lainnya adalah garis yang membimbing mata ke pusat perhatian gambar, seperti jalan, pagar, tepi pantai atau garis pembimbing tersamar. Bisa juga garis lengkung huruf S dan C, untuk menimbulkan kesan manis. Garis horizontal menimbulkan kesan stabil atau tenang sedangkan garis vertical dapat menunjukan suatu gerakan.

C. Kedalaman
Untuk menambahkan kesan tiga dimensi dalam gambar dua dimensi, diperlukan suatu kedalaman atau perspektif yang akan menimbulkan ilusi jarak dengan menciptakan ruang yang tidak ada dalam bidang gambar.

D. Keseimbangan
Dalam sebuah foto diperlukan keseimbangan visual. Keseimbangan formal dihasilkan jika objek dengan ukuran/berat visual sama ditempatkan di setiap sisi gambar atau subjek utama berada sipusat gambar. Namun dalam fotografi sering kali digunakan keseimbangan non formal untuk mendapatkan keseimbangan visual. Misalnya digunakan dia objek yang lebih kecil untuk mengimbangi sebuah objek yang besar.

E. Irama
Satu komposisi yang baik mempunyai kesatuan. Hal ini dapat diperkuat dengan suatu irama yang berbentuk pengulangan garis, tekstur, bentuk dan warna dalam gambar, seperti pola jendela bangunan, teras sawah dan gelombang lautan.

F. Latar Belakang.
Diupayakan agar gambar latar belakang tidak menyita perhatian dan mengalihkan perhatian dari subjek. Selain dengan mengubah sudut pengambilan, latar belakang yang mengganggu dapat dihindari dengan mendekati subjek utama sehingga subjek akan memenuhi bidang gambar. Cara lain adalah dengan penajaman selektif atau membuat objek utama menjadi tajam dengan latar belakang yang kabur. Penyinaran dari belakang/samping juga akan membantu secara visual memisahkan subjek dari latar belakang yang mengganggu. Langit, rumput, air dan pasir ideal untuk dijadikan latar belakang.

G. Format.

Setiap kamera memiliki ukuran dan bentuk format yang berbeda-beda. Tapi secara gaaris besar hanya terdapat dua macam format yaitu persegi (rectangle) dan bujur sangkar (square). Format bujur sangkar untuk kamera format medium.

PENGUASAAN KAMERA DAN KREATIFITAS PEMOTRETAN 2017 FOTOGRAFI - 5 ( SEMESTER 1) BSI 2017


PENGUASAAN KAMERA DAN
KREATIFITAS PEMOTRETAN



PEMAKAIAN FILTER

Filter adalah suatu sistem optis pembantu yang biasanya dipasang di depan lensa dan dapat memodofikasi gambar asli disaat pemotretan. Pemakaian filter mempunyai maksud yang berbeda beda, beberapa jenis filter yang ada antara lain

1. Skylight filter / Cloudy filter
Filter ini bisa di pasang terus pada lensa sebagai pelindung. Filter ini berguna untuk mencapai keseimbangan dalam penyajian nada pada film hitam putih dan untuk memberi kehangatan nada pada film warna. Fungsi lainnya adalah mengurangi warna kebiru-biruan atau daerah gelap yang memantulkan langit.

2. Ultra Violet Filter (UV).
Filter yang berguna untuk menghilangkan efek sinar ultra violet dan sangat berguna dalam pemotretan di dataran tinggi dengan pemandangan yang luas.Filter pelindung ini menyerap sinar ultra violet tanpa mempengaruhi tampilan warna yang lain dan ideal bagi film hitam putih.

3. Polarisasi Filter (PL)
Filter ini terdiri dari 2 keping kaca yang dapat berputar, terpisah satu sama sama lainnya dan berwarna kelabu. Polarisasi filter berfungsi untuk menghilangkan refleksi sinar yang ditimbulkan oleh permukaan air atau kaca, dan memperbaiki kekontrasan dengan mempertebal warna biru langit dengan sudut 90 derajat terhadap jalannya sinar matahari.

4. Neutral density filter
Filter ini terdiri dari satu bulatan kaca kelabu,. Berfungsi untuk mengurangi kecerahan cahaya, jika anda harus menggunakan kecepatan rana lamban dan bukaan diafragma tidak mencapai nilai lebih dari 16 untuk memperkecil ruang tajam dengan tetap mendapatkan pencahayaan yang memuaskan.

5. Cross-screen, Star-screen, Vario-cross, Snow cross.
Menurut desainnya, filter ini dapat menghasilkan bintang dari tiap-tiap sinar yang cerah ( lampu pantulan sinar pada air dan salju). Dengan Vario cross, kaki-kaki bintang dapat diatur arahnya. Filter ini dapat memperindah gambar.

6. Multi vision, mirage lens
Berbentuk sebuah kepingan kaca, yang digosok dalam faset-faset tertentu dan dapat membentuk 3 gambar, 5 gambar atau gambar yang berulang-ulang. Dapat merubah warna untuk keanehan.

7.Soft Focus Lens, Softon, diffuser
Satu keeping kaca yang mengandung goresan spiral halus atau di gosok agak buram menghasilkan gambar yang tidak kabur dan lembut. Filter ini tidak merubah warna, tidak merubah bentuk atau memperbanyak bayangan. Cocok untuk muka wanita atau anak-anak, bunga atu benda pecah belah. Sebagaimana namanya filter berfungsi menyaring, Manahan dan memodifikasi beberapa unsur cahaya yang jatuh pada subjek yang akan masuk kedalam lensa.

1.       Berikut ini adalah alasan mengapa menggunakan filter atau penyaringan sinar dalam fotografie;
  1. Untuk mencapai warna yang sesuai dengan aslinya ; filter ini antara lain filter UV,SL,PL.
  2. Untuk memberikan efek tertentu pada gambar; baik untuk mencerahkan gambar atau memekatkan warna subjek pada gambar, diantaranya, filter diffuser, filter gradasi, filter star cross. Ada juga filter-filter yang dapat memberikan efek zooming, panning, gambar berganda, dsb.
  3. Untuk mengubah (menaikkan dan menurunkan ) suhu warna, filter ini disebut filter kompensasi warna.
  4. Untuk menambah kontras gambar ; diantaranya menggunakan filter warna untuk keperluan film hitam putih, yang berfungsi mengoreksi atau menaikkan kontras pada gambar.
  5. Untuk pemotretan dengan cahaya yang terpolarisasi. Filter ini biasa disebut filter polarisasi, dengan fungsi; membirukan langit, membuang refleksi yang tidak diinginkan, dan memekatkan warna. Ada dua jenis filter polarisasi , Polarisasi (PL) biasa dan PL Sirkuler. PL bisa memiliki hanya satu buah kaca , oleh karena itu jenis ini hanya dapat mempolarisasikan pantulan satu arah saja, seperti membirukan langit dan memekatkan warna. Polarisasi sirkuler terdiri dari dua buah kaca yang masing- masing memiliki lingkaran yang dapat diputar 360 derajat . Filter ini mampu membuang refleksi seperti pantulan langit pada kaca gedung atau permukaan air kolam 


TEHNIK BLURRING

• Salah satu cara paling efektif memberikan kesan bergerak pada sebuah foto adalah dengan membiarkan subjek menjadi blurr.
• Untuk memotret subjek yang bergerak menjadi blurr, diperlukan kecepatan rana rendah. Kecepatan rana yang dipakai juga sangat tergantung dari gerak daripada objeknya yang akan diambil gambarnya.
• Faktor penting yang lain adalah sudut pandang dari arah mana dilakukan pemotretan dan jarak pemotretan. Jarak yang dekat atau dari samping akan lebih blurr dibandingkan benda yang bergerak dengan jarak yang jauh atau datang dari arah depan secara frontal. Blurr akan muncul dari subyek = yang bergerak dengan latar belakang diam.

TEHNIK PANNING SHOT

• Memberikan kesan gerak pada hasil photo bisa juga dengan tehnik panning. Dilakukan dengan mengikuti gerak subyek saat melakukan exposure, jika terlaksana dengan baik akan menghasilkan
subjek lebih tajam dibandingkan dengan backgroundnya yang hampir sepenuhnya blur. Jarang dihasilkan subjek yang sepenuhnya tajam namun dengan beberapa bagian subjek yang mengalami blur justru memperkuat kesan gerak dari foto. Tehnik panning mengunakan rana kecepatan rendah biasanya 1/15 atau 1/30, dan untuk menghindarkan overexposure dengan kecepatan rendah pada  cuaca cerah gunakan film kecepatan rendah.

TEHNIK FREEZING

• Tehnik freezing adalah memberikan kesan gerak dengan membekukan
gerakan yang sedang berlangsung. Tehnik ini membutuhkan rana dengan kecepatan tinggi. Dengan
kecepatan rana tinggi gambar subjek menjadi jelas/tidak blur. Kecepatan rana tinggi untuk menghasilkan freezing juga membutuhkan film kecepatan tinggi untuk mendapatkan hasil terbaik. Film berkecepatan tinggi memungkinkan anda mendapatkan diafragma besar, hasilnya adalah depth of field yang lebih lebar.

TEHNIK ZOOMING

• Adalah tehnik foto yang memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa pada saat eksposure. Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa zoom. Untuk mendapatkan kesan gerak, kecepatan rana tidak melebihi dari 1/30 detik, pada saat pemotretan dalam waktu bersamaan dengan proses eksposure, titik fokus lensa diubah dengan menarik lensa zoom kedalam atau kearah luar atau memutar kekiri dan kekanan. Sebaiknya digunakan tripod dan subjek berada pada bagian tengah photo.

BULB.

Adalah teknik foto yang memberikan kesan gerak sinar. Bulb bisa di buat dengan memposisikan shuter speed pada tanda B ( bulb). Gambar di rekam dengan kecepatan yang sangat rendah dengan bukaan diafragma f.5.6, f 8 dalam suasana malam dengan subyek bergerak yang bersinar (mobil). Pegambilan gambar ini membutuhkan adanya tripod atau kamera harus dihindari adanya goncangan kecil sekalipun.

Seletive Fokus

• Teknik ini membutuhkan bukaan difragma lebar ( angka kecil 2.8, 3.5) dengan menggunakan
speed normal mengikuti meter dengan jarak benda /subyek terukur misal 3 meter dan adanya bacground terdekat +- 3 meter dengan kamera diam. Hasilnya berupa benda yang menjadi fokus akan terlihat jelas sedangkan benda yang tidak tersekesi akan terlihat lebih buram.
Hypervocal Fokus
• Teknik ini membutuhkan bukaan difragma tutup ( angka besar 16, 22) dengan menggunakan speed normal mengikuti meter dengan jarak benda /subyek terukur misal 3 meter dan adanya bacground terdekat +- 3 meter dengan kamera diam.

TEORI DAN TEKNIK DASAR PENCAHAYAAN 2017 FOTOGRAFI - 4 ( SEMESTER 1) BSI 2017


TEORI DAN TEKNIK DASAR PENCAHAYAAN


FUNGSI CAHAYA.
Berikut ini merupakan fungsi cahaya yang dapat dimanfaatkan oleh fotografer untuk sebuah pemotretan ;

1. Fotografer dapat melihat objek, memfokus gambar pada kamera, kemudian mengekspos filmnya karena adanya cahaya. Semakin terang sumber cahaya akan semakin menguntungkan fotografer karena lebih mudah untuk melihat, memfokus dan memungkinkan untuk menggunakan pilihan bukaan diafragma kecil serta kecepatan rana tinggi.

2. Cahaya mampu memberikan informasi mengenai struktur objel yang akan difoto. Dengan pencahayaan yang baik berbagai elemen visual ( bentuk, tekstur, warna, sampai ukuran objek) dalam gambar dua dimensi dapat terlihat sebagai layaknya tiga dimensi.

3 Cahaya dapat memberikan atau menambahkan mood ketika melihat foto. “Rasa” dapat ditambahkan pada gambar yang dibuat dengan jalan mengendalikan cahaya. Contohnya pada foto-foto bidang periklanan dimana pencahayaan yang digunakan dapat memberikan “rasa’pada gambar. CAHAYA ALAM dan CAHAYA BUATAN Cahaya alam adalah sumber cahaya utama dalam pemotretan luar ruang (outdoor). Sumber cahaya alam berasal dari matahari dan benda-benda angkasa yang mampu memantulkan cahaya, seperti bulan. Dalam praktenya cahaya alam hampir tidak mungkin dikontrol. Namun kita dapat memilih waktu yang paling baik untuk melakukan pemotretan sesuai dengan konsep pemotretan yang kita inginkan untuk mendapatkan pencahayaan yang baik.

1. Cahaya langsung ( direct light)
Cahaya langsung adalah cahaya yang datang langsung dari sumber cahaya tampa hambatan dan tanpa dipantulkan
2. Cahaya tidak langsung (indirect light) Cahaya tidak langsung terjadi ketika cahaya matahari tertutup awan, cuaca berkabut atau banyak debu diudara sehingga cahaya menjadi terdifusi/baur . Cahaya tidak langsung ini dapat kita bagi menjadi
a. Reflected light.
Reflected light terjadi ketika direct light memantul pada permukaan suatu benda. Air merupakan salah satu reflector yang paling dikenal.
b. Window light.
Jika matahari masuk menerobos melalui celah-celah daun jendela maka efeknya akan sama dengan cahaya langsung (direct light) dan akan menghasilkan kontras yang kuat antara bayangan dengan bagian yang terkena cahaya. Cahaya yang masuk melalui jendela akan mengenai sebagian objek di dalam suatu ruangan yang gelap. Biasanya kondisi ini sangat cocok untuk pemotretan still life. Cahaya Buatan (Artificial Light) Adalah suatu pencahayaan yang dilakukan terhadap obyek dengan bantuan cahaya yang berasal dari buatan manusia atau lampu kilat elektronik.

KARAKTER CAHAYA.
Setiap jenis sumber cahaya memiliki sifat dan karakter masing-masing yang akan mempengaruhi subjek yang disinarinya. Karakteristik cahaya yang harus diperhatikan pada saat pemotretan adalah kuantitas, kualitas dan warna cahaya.
Kuantitas
Kuantitas pencahayaan adalah seberapa banyak cahaya yang jatuh menyinari subyek. Kuantitas cahaya ini tergantung kepada intensitas, efesiensi penyebaran dan jarak antara subyek dengan sumber cahaya. Kualitas Cahaya mempunyai pengaruh kuat pada suasana gambar. Seorang fotografer harus mengembangkan kepekaan mata untuk melihat kualitas cahaya, apakah
termasuk kontras tinggi (keras) atau rendah (lembut). Kualitas cahaya ini berperan pada desain total suatu foto. Ada dua macam kualitas cahaya yaitu cahaya langsung ( terarah) dan cahaya baur (tidak terarah).

Warna Cahaya
Warna cahaya merupakan salah satu factor yang penting. Setiap sumber cahaya mempunyai suhu warna masing masing yang berpengaruh pada foto (terutama foto warna) yang akan dihasilkan. Suhu warna yang dihasilkan berhubungan dengan “ Derajat Kelvin”yang merupakan pengukuran ilmiah. Cahaya mempunyai warna yang berbeda sepanjang hari. Pada pagi atau sore hari akan memberikan warna hangat kekuningan, siang hari terlihat tidak berwarna (putih) sehingga dapat mengahsilkan warna dasar subyek secara tepat. Pada saat fajar atau senja akan memberikan warna kejinggaan.

ARAH PENCAHAYAAN
Arah cahaya adalah arah dan posisi sumber cahaya terhadap objek. Dengan memposisikan sumber cahaya tersebut akan menghasilkan efek yang ditimbulkannya. Pada dasarnya arah cahaya terdiri dari depan (frontlight), Belakang (backlight) samping (side light)dan atas (toplight).

TEHNIK PENCAHAYAAN
Tehnik pencahayaan merupakan salah satu factor utama untuk menghasilkan gambar yang berkualitas. Untuk mendapatkan pencahayaan yang tepat fotografer harus mengatur proses keluar masuknya cahaya kedalam kamera sehingga dapat mencahayai film dengan tepat. Over dan Under pencahayaan Seorang fotografer pasti akrab dengan istilah kontras. Kontras diartikan sebagai perbedaan gradasi antara area yang gelap (shadow) dengan area yang terang ( higlight) pada objek. Perbedaan gradasi ini sering juga disebut kurang kontras, terlalu kontras atau kontral ideal. Pada negatif film kontras dinilai berdasarkan perbedaan antara bagian yang transparan/bening/tipis dengan bagian yang pekat/tebal. Bagian yang transparan disebut shadow density, Shadow density akan menjadi bagian gelap pada hasil foto. Bagian yang tebal/pekat disebut highlight density. Highligt density akan menjadi bagian yang terang /putih pada hasil photo. Density merupakan istilah untuk menyatakan tebal- tipisnya lapisan perak yang melekat pada negatif film. Sebuah film dinyatakan berhasil secara pencahayaan jika semua warna yang muncul mempunyai nada yang sama
dengan yang diharapkan. Kondisi ini terjadi jika adanya kombinasi pencahayaan yang tepat antara kecepatan rana dan diafragma. Sebuah film dikatakan over exposed, jika shadow density
menerima cahaya yang berlebihan akibatnya bagian ini akan berwarna lebih pekat/hitam dari yang diharapkan. Sebuah film dikatakan under exposed jika bagian shadow density menerima cahaya yang kurang untuk menampilkan detail gambar. Akibatnya film negatif akan menjadi tipis terutama pada bagian shadow density. Untuk memperoleh pencahayaan yang baik fotografer dapat berpedoman pada light meter yang terdapat pada kamera atau pengukur cahaya genggam ( handeld light meter) dengan melihat posisi penunjuk pada symbol (+) cahaya berlebihan, (0) cahaya cukup,(-) pencahayaan kurang.
Kompensasi Pencahayaan
Prinsip kompensasi pencahayaan adalah menambah atau mengurangi pencahayaan. Untuk menambah atau mengurangi cahaya dapat dilakukan dengan mengubah bukaan diafragma atau kecepatan rana sehingga diperoleh pencahayaan yang cukup pada kondisi ekstrim. Untuk obyek dengan latar belakang terang, cenderung memberikan pencahayaan kurang sehingga perlu
kompensasi + 2 stop. Jika pengukur cahaya memberikan
kombinasi 1/125 detik, f/16 maka obyek diambil dengan
kombinasi 1/125 detik, f /8. Sebaliknya jika latar belakang
gelap diperlukan kompensasi –2 stop dari kombinasi
1/125 detik f/16 menjadi 1/500 detik f/16.

Braketing
Adalah suatu tehnik yang memberikan kombinasi pencahayaan yang berbeda-beda pada satu obyek, selain pencahayaan normal. Akibatnya ada satu bingkai film yang dijamin akan memperoleh pencahayaan tepat seperti yang diinginkan. Tehnik ini biasa dilakukan jika obyek memperoleh pencahayaan yang tidak umum atau obyek yang dianggap penting. Contoh pemotret memperoleh kombinasi pencahayaan 1/125 detik, dengan diafragma f/22. selain menggunakan kombinasi tersebut dibuat kombinasi pencahayaan lain missal 1/250 detik, f/22 atau 1/125 detik, f/16).



ALAT KONTROL KAMER DAN FILM 2017 FOTOGRAFI - 3 ( SEMESTER 1) BSI 2017


ALAT KONTROL KAMER DAN FILM

Pada dasarnya, seluruh alat kontrol kamera berperan penting pada proses pemotretan. Akan tetapi, fokus, kecepatan rana (shutter) dan bukaan diafragma mempengaruhi pencahayaan film, sedangkan ketajaman gambar akan dipengaruhi oleh fokus tidaknya pembidikan sasaran.

DIAFRAGMA

Diaphragma adalah sebuah keping logam tipis yang berbentuk bulat, terletak dibelakang lensa. Logam tipis tersebut terdiri dari sejumlah segmen-segmen disusun layaknya tirai yang diatur untuk bisa membuka dan menutup.Besar kecilnya bukaan tirai disebut bukaan diafragma (aperture). Berapapun mengecilnya diafragma, dia tidak akan menutup lensa sama sekali. Membesarnya dan mengecilnya lubang ini diatur oleh gelang skala diafragma pada tabung lensa yang bertuliskan angka-angka, dengan symbol ( f ). Jika angka diafragma besar berarti bukaan diafragmanya
kecil. Contoh bukaan diafragma pada f/22 lebih kecil dibandingkan dengan f/8. jadi dapat juga dikatakan semakin kecil angka diafragma maka bukaan diafragmanya semakin besar akibatnya semakin banyak cahaya yang masuk kedalam kamera. Sebaliknya semakin
besar angka diafragma maka bukaan diafragma semakin kecil, akibatnya semakin sedikit cahaya yang masuk ke dalam kamera. Besarnya bukaan diafragma dinyatakan dengan bilangan f stop. Bilangan f stop adalah perbandingan antara panjang fokus dengan diameter bukaan diafragma. Jadi makin besar bilangan f stopnya makin kecil bukaan diafragmanya.

Jarak Fokus (Focal length)
-------------------------------- = nilai diafragma ( f stop)
Diameter bukaan diafragma

Skala Diafragma.
Kalau kita perhatikan pada berbagai lensa, dari pabrik-pabrik yang berlainan, maka skala diafragma selalu sama kecuali angka permulaan. Contoh sebagai berikut ;
1,4 – 2,8 – 3,5 – 4 – 5,6 – 8 – 11 – 16-22
1,2 – 2,8 – 3,5 – 4 – 5,6 – 8 – 11 – 16-22
Dibuatnya skala ini adalah untuk memudahkan perhitungan tentang banyaknya sinar yang masuk lewat lensa. Jumlah sinar yang masuk lewat diafragma f/11 untuk waktu yang sama (misal 1/125 detik) adalah dua kali (2 x) daripada jumlah sinar yang lewat dalam waktu yang sama dengan bukaan f/16 . Tiap angka urutan yang lebih kecil angkanya mempunyai nilai sinar 2 kali dari nilai yang dicapai dengan angka yang lebih besar.

Ruang Ketajaman ( Depth of Field)
Jika kita memandang ke arah suatu obyek dimuka kita, maka obyek itu tampak jelas dan lain-lainya yang kita tidak beri perhatian, tampak kabur ini menunjukan bahwa setiap lensa memiliki suatu ruang tajam. Ruang ketajaman dalam prakteknya dapat dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain 1. Jarak pemotretan ; jarak dekat memperpendek ruang tajam, jarak jauh melebarkannya.
2. Jarak fokus lensa ; jarak fokus panjang memperpendekruang tajam, jarak fokus pende memperluas ruang tajam.
3. Bukaan Diafragma; Skala Ruang Ketajaman Angka skala ruang tajam terdapat pada sisi luar tabung lensa menunjukan angka-angka ;
16. 11. 8. 4. 1. 4. 8. 11. 16.
Makin dekat jarak pemotretan makin sempit ruang ketajaman. Hinga pada pemotretan makro (jarak
sangat dekat) ruang ketajamannya begitu sempit hingga tinggal beberapa millimeter saja. Hubungan Diafragma dengan ruang ketajaman Bukaan diafragma mempunyai hubungan langsung dengan besar kecilnya ruang ketajaman . Makin besar bukaan diafragma makin kecil (sempit) ruang ketajamannya. Makin kecil bukaan diafragma makin luas (lebar) ruang ketajamannya. Dengan mengetahui hal ini apabila kita ingin membuat latar belakang kabur kita pakai bukaan diafragma yang besar. Sebaliknya jika kita hendak membuat semua benda di latar muka dan latar belakang kelihatan tajam kita gunakan bukaan diafragma yang kecil.

FOKUS

Jika kita mengamati lagi jalannya sinar lewat sebuah lensa, maka dapat kita tentukan dengan mentaati hukum optika, di titik mana terbentuk gambar bayangan riil. Jika titik ini jatuh persis dengan bidang film maka gambar itu akan tajam nampaknya. Jika gambar itu jatuh di muka atau di belakang bidang film maka gambar akan kabur. Untuk mengatur bahwa gambar yang dibentuk oleh lensa dari suatu obyek selalu jatuh di atas bidang film perlu sebuah perangkat/gelang pengatur, bahwa posisi lensa terhadap film dapat dirubah, dijauhkan atau didekatkan. Kalau obyek jauh lensa didekatkan, kalau obyek dekat lensa dijauhkan. Dengan demikian dapat diatur bahwa sinar-sinar akan disalurkan dan dibelokkan dan bertemu tepat diatas permukaan bidang film. Perangkat pengatur yang memungkinkan lensa menjauh dan mendekat dari film terletak pada gelang tabung lensa kamera. Pada gelang ini tertulis angka-angka atau symbol-simbol tertentu yang menunjukan jarak dalam feet atau meter;

Contoh ;
5.6.9.12.15. 18.
-----------------------------
1.2.3.4.6.5 6

Lebih dari enam meter tidak diberi tanda lagi, jarak yang tak terukur adalah tak terhingga. Pada kamera yang murah biasanya pengaturan jarak tidak dilakukan . Dengan lensa 40 mm dan jarak dipasang 3 meter dengan bersandar pada ruang ketajaman, maka pemotretan pada jarak 3 meter sampai tak terhingga akan tajam. Pada kamera yang dilengkapi dengan range finder ( penemu jarak) terdapat pengaturan jarak dengan dua lensa. Bertemunya dua gambar yang dihasilkan oleh dua lensa pada jendela bidik kamera itu dengan memutar gelang penemu jarak tercapailah posisi lensa yang baik yang menghasilkan gambar tajam. Sitem ini disebut “Double Image”. Pada kamera Single Lens Reflect ( Reflek lensa tunggal) terdapat penemu jarak system “Split Image” gambar belah . Gambar yang terdiri dari bagian atas dan bawah yang harus ditemukan pada garis vertical yang melintasi garis tengah lingkaran. Bila garis vertical ini sudah manunggal maka gambar yang diambil sudah mencapai fokusnya. Kemajuan teknologi berdampak positif terhadap penampilan kamera saat ini, beberapa jenis kamera elektronik telah dilengkapi fasilitas autofokus. Beberapa keunggulan yang dapat diperoleh oleh fasilitas autofokus adalah ; 1Mempermudah fotografer untuk mengambil obyek bergerak dalam kondisi yang relatif cepat. 2Proses pemfokusan lebih cepat dan hasil yang diperoleh lebih baik dari pada mata manusia 3Memungkinkan untuk memperoleh gambar yang tajam, baik terhadap obyek foto yang statis maupun yang bergerak.


RANA ( Shutter )

Pada suatu kamera bila tutup lensa depan kamera dibuka maka tidak ada sinar yang masuk ke bidang film karena sinar tersebut terhalang oleh tirai rana. Lensa belum dapat melihat dan membentuk gambar sebelum tirai rana dibuka. Lamanya rana terbuka tidaklah boleh terlalu lama atau terlalu cepat, jika terlalu lama film akan gosong dan jika terlalu cepat atau pendek gambar akan begitu tipis sehingga susah atau tidak mungkin mencetaknya. Kecepatan rana (shutter) adalah kecepatan tirai rana untuk membuka dan menutup kembali. Makin cepat kecepatan tirai rana untuk membuka dan menutup kembali makin sedikit cahaya yang akan mencahayai film.

Rana terdiri dari dua jenis yaitu ;
1. Rana pusat atau Compur. Yang berada dibelakang lensa. Tirai rana pusat menutup dengan cara memusat, posisinya terletak pada lensa kamera, berdampingan dengan diafragma. Fungsinya menutup sama sekali dan membuka sama sekali, tidak ada bukaan kecil, sedang atau besar. Bukaan penuh ini mengantarkan sinar ke film, akan tetapi karena sinar ini harus melewati diafragma, banyaknya sinar yang masuk diatur oleh bukaan diafragma.

2. Rana Focal-plane ( Rana tirai celah)
Rana celah terdiri dari dua jenis, yaitu rana celah vertical dan rana celah horizontal. Tirai rana terdiri dari anyaman logam tak berkarat dan terletak rapat di muka film. Jika tombol pelepas rana ditekan, maka terjadi beberapa hal sekaligus ;
-Cermin pantul untuk kamera jenis RLT memantul ke atas dan kembali dalam posisi semula.
-Tirai rana membuka dan menutup kembali dimana pada saat itu sebuah celah terbentuk melewati permukaan film, hingga terjadi pemberian sinar. Kecepatan waktu lamanya pemberian sinar ke film diatur oleh pemilih kecepatan rana
= Shutter speed selector.
Shutter speed selector diperlengkapi dengan angka-angka penuh seperti
 1. 2. 4. 8. 15. 25(30). 50(60). 125. 250. 500. 1000. angka ini menunjuk pada nilai pecahan misalnya
angka 125 berarti 1/125. (seperseratus duapuluh lima) detik.

Fungsi Pemilihan Kecepatan Rana.
Pemilihan kecepatan rana didasarkan atas pertimbangan dari si fotografer untuk mencapai gambar
yang bagaimana. Pada umumnya kecepatan rana adalah membuat gambar yang jelas dan tajam, juga dalam obyek yang bergerak, bergerak cepat atau sangat cepat atau untuk membekukan gambar dari obyek yang bergerak. Jika pemotretan menggunakan kecepatan yang lambat dibawah 1/60 detik, seorang fotografie harus berhati-hati karena getaran atau goncangan kecil akan menyebabkan
obyek foto tidak tajam. Untuk mengatasinya gunakan kaki tiga (tripod). Kecepatan lambat (1/60 ke bawah) biasanya digunakan untuk mendapat kesan bergerak ( sense of motion). Akan terjadi kekaburan yang sifatnya seakan –akan gambar tersapu dalam arah gerakan latar belakang tetapi tajam Sedangkan untuk membekukan gerakan obyek sebaiknya digunakan kecepatan tinggi yaitu 1/250 atau lebih.

FILM
Film adalah media untuk merekam gambar yang terdiri dari lapisan tipis. Lapisan ini mengandung emulsi peka diatas dasar yang fleksibel dan transparan. Emulsi terdiri dari perak halida yaitu senyawa peka cahaya dari butiran mikroskopik bromik perak yang dilekatkan oleh gelatin yang menjadi gelap jika terkena cahaya. Karakteristik dari emulsi adalah peka warna, peka cahaya, membedakan warna/gelap terang (contras), berisi butiran perak halida, menentukan kemampuan merekam detail, menentukan kecerahan . Ketika film secara selektif terkena cahaya yang cakup ,sebuah gambar tersembunyi akan terbentuk. Bentuk gambar tersembunyi dapat terlihat jika film yang telah tergulung kedalam selongsongnya kemudian dicuci dengan tehnik khusus.

Jenis-jenis Film
Ada dua jenis film yang beredar di pasaran, yaitu
1. Film negatif ( Foto berwarna dan hitam putih)
2. Film positif (Slide). (ditampilkan lewat proyektor)

Film dengan kecepatan cepat/ Fast film ( 400 ISO)
Kecepatan film yang lebih tinggi memungkinkan kamera menggunakan kecepatan rana (Shutter) yang lebih tinggi pula. Kecepatan tinggi pada film dan shutter mampu mengabadikan obyek bergerak lebih tajam. Selain itu memungkinkan lensa lensa diatur dengan bukaan diafragma lebih besar sehingga ruang tajam (depth of field) menjadi lebih lebar. Film ini memberikan kesempatan untuk


memotret dalam kondisi pencahayaan kurang lampu kilat. Umumnya foto-foto yang diambil dalam cahaya alam memberikan hasil yang lebih halus dan menarik. Film dengan kecepatan sangat cepat / ultra fast film ( diatas 800 ISO) Film ini dirancang untuk pencahayaan yang rendah dengan cahaya pemotretan seadanya. Gambar yang dihasilkan memiliki butiran yang kasar. Warna-warna lembut dengan butiran kasar menampilkan kesan khusus sehingga dapat digunakan pada beberapa obyek pemotretan. Memilih Kecepatan / ISO Film Biasanya fotografer harus memilih film dengan kecepatan (ISO) yang sesuai dengan kondisi penerangan. Gunakan film cepat (ISO 400 keatas) pada penerangan yang kurang dan film kecepatan menengah atau lambat pada penerangan yang terang. Jika mempunyai rencana untuk mencetak foto lebih besar dari 28 x 35 cm, gunakanlah film lambat seperti ISO 25. Cara ini akan mencegah munculnya kekasaran butiran foto.

Tuesday, February 7, 2017

LENSA KAMERA 2017 FOTOGRAFI - 2 ( SEMESTER 1) BSI 2017


LENSA KAMERA




Lensa merupakan komponen penting sebuah kamera. Tanpa lensa, proses pemotretan akan berlansung lama dan tidak akan menghasilkan gambar yang baik. Lensa berfungsi menyalurkan sinar dari luar tubuh kamera ke dalam kamera. Lensa juga bertugas untuk memperbesar pengumpulan sinar yang dapat disalurkan ke dalam tubuh kamera dan kepada film. Pada lensa kamera terdapat elemen-elemen yang terdiri dari lensa cembung dan cekung atau kombinasi antara cekung dan cembung. Jika sinar yang datang dari sumber pada jarak yang tidak terhingga mengenai lensa, maka sinar itu dibelokkan ke arah sebuah titik tertentu, yang tetap. Titik ini disebut titik api . Bagi tiap-tiap lensa, jarak pusat lensa ke titik api adalah tetap dan tidak berubah. Titik api ini disebut FOCUS dan jarak antara pusat lensa dengan titik api disebut JARAK FOCUS (Focal length). Karena titik api bagi masing-masing lensa adalah tetap, maka jarak fokus bagi masing-masing lensa juga tetap
tak berubah. Pada dasarnya, lensa dibagi menjadi tiga kelompok yaitu ;
1. Lensa Fix
2. Lensa Vario Focal (Zoom)
3. Lensa Spesial

LENSA FIX

Lensa fix adalah lensa yang memiliki panjang fokus (titik api) tunggal sehingga sudut pandangnya tetap. Beberapa jenis lensa fix yang sering dipakai antara lain ;
1. Lensa Super Wide, panjang fokus 17 mm atau 22 mm.
2. Lensa Wide, panjang fokus 24 mm
3. Lensa Tele, panjang fokus 70 mm
4. Lensa super tele, panjang fokus diatas 70 mm.

Lensa Vario Focal (Zoom)
Adalah lensa dengan panjang fokus yang berubah-ubah / dapat bergeser sehingga sudut pandangnya (angle of view) dapat diubah-ubah. Beberapa jenis lensa zoom
1. Lensa dengan panjang fokus 17-35 mm
2. Lensa dengan panjang fokus 21-35 mm
3. Lensa dengan panjang fokus 70-210 mm

Lensa spesial
Adalah berbagai jenis lensa yang dipergunakan untuk kepentingan-
kepentingan khusus. Beberapa jenis lensa spesial antara lain;
1. Lensa fish eye (angle of view 180 derajat), lensa ini dipakai untuk
kepentingan khusus tanpa menghiraukan distorsi (penyimpangan) yang
akan ditimbulkannya. Biasanya lensa ini digunakan untuk pengambilan
gambar pemandangan dan situasi
2. Lensa perspective correction, untuk mengoreksi perspektif obyek foto
arsitektur.
3. Lensa tele cermin (mirror lens), lensa dengan titik api yang panjang
tetapi memiliki bobot yang ringan.
4. Lensa soft focus, untuk memperoleh efek yang lembut pada pemotretan
potrait.
5. Lensa Makro lens, dipakai untuk memotret obyek berukuran kecil atau
pemotretan jarak dekat, misalnya memotret bunga dan serangga.

Lensa sudut lebar (Wide lens)

Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus kurang dari 50 mm. Jarak fokus yang paling lazim digunakan adalah 16,18,28,35 mm termasuk lensa standar jenis wide lens. Sifat-sifat lensa sudut lebar (Wide lens) 1. Meluaskan pandangan, dengan menjauhkan obyek. Penggunaannya memotret dalam ruang, Interior, foto keluarga, ruang pengantin. 2. Ruang Ketajaman yang dalam. Penggunaannya; untuk reportase dimana kecepatan kerja memotret adalah penting tanda adanya
keharusan tiap kali memfokuskan obyeknya. 3. Distorsi ; melengkungkan garis vertical dan horizontal, perspektif menjadi longgar/melebar. Penggunaannya ; Expressie seni, untuk pemandangan dan benda-benda didalam ruang.

Lensa Tele / Teropong

Lensa tele dipakai untuk memperbesar obyek yang akan difoto. Selain itu lensa ini dapat digunakan untuk memperoleh ruang tajam yang pendek. Khusus untuk pemotretan portrait, penggunaan lensa tele akan menghasilkan gambar perspektif wajah mendekati aslinya. Lensa tele yang sering dipakai adalah lensa dengan fokus antara 85 mm sampai 135 mm untuk portrait dan 200mm sampai 1000 mm untuk memotret binatang buas, repotase sepak bola, dsb.

Lensa Normal

Jarak fokus lensa normal sekitar 50 mm. Mempunyai pandangan normal. Sudut pandangan seperti mata normal. Tidak menimbulkan distorsi. Lensa Vario focal/ Zoom Lens Lensa zoom diperkenalkan dalam tahun 1960-an dan merupakan idaman tiap pemotret . Kemampuan untuk mencapai jarak fokus yang berubah-ubah, sehingga dijuluki “Variable Focus” atau disingkat Lensa Vario. Keunggulan ini menyebabkan, tanpa berpindah tempat si fotografer dapat mencapai fokus dari obyeknya, seakan-akan dia mendekati obyek pada jarak-jarak yang berlainan.

Hubungan Jarak Fokus dengan Pandangan Lensa
Lensa dapat diklasifikasikan atas dasar jarak fokusnya, misal lensa dengan jarak fokus 45,50,55 mm, tergolong lensa normal, yang berarti bahwa pandangan lensa apabila melihat suatu obyek pada jarak tertentu kurang lebih sesuai dengan pandangan mata biasa. Apabila misalnya kita melihat obyek yang sama dengan kamera yang berlensa fokus pendek misalnya 40 mm, maka mendadak kita melihat obyek itu terletak seakan-akan lebih jauh dari kita. Gambar obyek itu di dalam kamera didorong ke belakang lebih jauh. Sebaliknya jika kita melihat obyek yang sama lewat kamera yang lensanya berfokus panjang 135 mm, maka obyeknya tampak lebih dekat dibandingkan dengan mata telanjang . Mendekat dan menjauhnya pandangan disebabkan oleh jarak fokus dari lensa.

Hubungan Jarak Fokus dengan Sudut Pandangan
Jarak fokus mempunyai hubungan yang erat sekali dengan sudut pandang. Makin pendek jarak fokusnya, makin lebar sudut pandangannya. Sebaliknya makin panjang jarak fokusnya makin sempit sudut pandangannya. Contoh jika sudut pandang sebuah lensa normal dengan jarak fokus 50
mm, adalah 45 derajat, ini berarti bahwa daya cakup dari pandangan lensa normal 45 derajat yaitu yang menjadi gambar. Segala apa yang diluar pandangan 45 derajat ini lensa tidak melihatnya karena itu tidak menjadi gambar.

Hubungan Jarak Fokus dengan Ruang Ketajaman
Lensa-lensa bersudut lebar mempunyai keuntungan dalam hal ruang ketajaman. Makin pendek jarak fokus suatu lensa, makin luas ruang ketajaman. Keuntungan ini bisa dimanfaatkan contonya seorang wartawan foto yang melakukan reportase suatu kejadian yang berjalan cepat, sering tidak sempat untuk melakukan focusing oleh karena jarak pemotretan dan sudut pandang yang selalu berubah-


ubah. Dalam hal dia menggunakan lensa wide – angle, hingga dapat memotret pada jarak pendek, dengan kepastian bahwa bila dia pasang jarak pada 3 meter, maka semua hal dari 3 meter kebelakang akan tajam. Dalam keadaan itu dia hanya mengatur , bahwa dia tidak akan menghampiri obyeknya lebih dekat dari 3 meter ditambah dengan bukaan diafragma yang kecil, misalnya 8,11,16 saja supaya dapat membantu dalam membentuk ruang ketajaman yang luas.